Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan pemerintah mendukung penuh kebebasan pers di Indonesia. Sebab kebebesan pers tercantum dan dilindungi dalam Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers.
Hal ini disampaikan Rudiantara dalam jumpa pers di acara World Press Freedom Day atau Hari Kemerdekaan Pers Sedunia yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
"Indonesia sejak reformasi pers bebas sesuai UU nomor 40. Nggak ada peraturan pemerintah atau peraturan menteri, nggak ada intervensi dari pemerintah. Silahkan pers berkreativitas menjunjung tinggi asas wartawan yang berkepribadian baik," ujar Rudiantara dalam acara.
Tak hanya itu, ia juga meminta kepada pers di Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tetap berada di dalam jalur kode etik jurnalistik.
"Tapi semua stakehokder ingin demokrasi kebebasan berekspresi dijaga dalam koridor NKRI dan semua profesi jurnalis itu harus mematuhi kode etik jurnalistik. Nggak ada regulasi tapi karena kita profesi dibatasi kode etik," kata dia.
Di kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo meminta pentingnya kompetensi di bidang wartawan. Hal ini untuk meningkatkan profesionalitas seorang wartawan.
"Bukan hanya bisa nulis atau wawancara tapi juga standar perilaku wartawan. Dari waktu ke waktu kita harus bisa meningkatkan kompetensi. Makanya Dewan Pers mendorong setiap wartawan mengikuti uji kompetensi," kata Yosep.
Acara World Press Freedom Day berlangsung sejak tanggal 1 hingga 4 May. Acara ini merupakan agenda tahunan yang digagas oleh UNESCO yang dihadiri lebih dari 1.500 jurnalis dan 500 diantaranya jurnalis asing dari 90 negara di dunia. Adapun tema kali ini yakni Critical Minds For Critical Times.
Baca Juga: AJI Jakarta Kecam Pelaporan Tirto.id Oleh Harry Tanoe ke Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas