Suara.com - Komunikasi antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas konflik Suriah melalui telepon akhirnya terjadi pada Selasa (2/5/2017). Ini merupakan pembicaraan pertama mereka sejak Rusia mengecam serangan militer AS terhadap pangkalan udara di Suriah.
Dilansir dari laman AFP, pembicaran mereka fokus kepada penyelesaian konflik di Suriah yang sudah berlangsung selama enam tahun. AS dan Rusia memang mendukung pihak yang berbeda dalam konflik tersebut.
"Presiden Trump dan Presiden Putin sepakat bahwa penderitaan di Suriah sudah berlangsung lama. Semua pihak harus melakukan apa yang mereka bisa untuk mengakhiri kekerasan," bunyi pernyataan dari Gedung Putih.
Gedung Putih juga menyebut pembicaraan kedua pemimpin negara berlangsung lancar. Ada kemungkinan, dari percakapan telepon berlanjut pada pertemuan.
Kremlin menyebut Trump dan Putin bersedia untuk bertemu di acara puncak G20 di Jerman pada Juli mendatang.
Selain konflik Suriah, Trump dan Putin juga membahas tentang cara terbaik mengatasi situasi berbahaya di Korea Utara. Namun tak dijelaskan detil apa kesepakatan yang dibuat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital
-
Bekasi Darurat Mutilasi? Menelisik Pola Kejahatan Ekstrem di Balik Tragedi Serang Baru
-
Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Komnas HAM Desak TNI Buka Identitas Pelaku
-
Gedung DPR Gelap Gulita, Lampu dan AC Dimatikan demi Hemat Anggaran, Begini Penampakannya
-
Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!
-
WFH Tiap Jumat Jadi Jurus Hemat Energi Indonesia, DPR: Ini Strategi Hadapi Krisis
-
Hikmahanto: Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Harus Dikaji Ulang Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Kutip Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Prabowo Tegaskan Persahabatan dan Masa Depan Bersama RI-Korsel