Suara.com - Al Qaeda, kelompok fundamentalis yang melegalkan aksi teroristik dalam aktivitasnya, tengah bereksperimen dalam upaya merekrut banyak anggota-anggota baru.
Organisasi besutan Osama bin Laden yang sudah tewas itu, bahkan sampai-sampai menggelar kuis berhadiah menarik di Yaman.
Kuis tersebut, seperti dilansir The Sun, Kamis (12/5/2017), tak seperti yang dibayangkan banyak orang. Hadiah-hadiah yang ditawarkan berupa uang tunai 20ribu Riyal atau setara Rp1 juta, komputer jinjing, sepeda motor, hingga senapan AK47.
Al Qaeda juga memunyai mekanisme tak lazim dalam menyosialisasikan serta menyelenggarakan kuis. Mereka berkeliling dari satu daerah ke wilayah lain untuk menyebar kuis tersebut.
Kuis itu sendiri menyajikan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan propaganda mereka. Pertama, dalam pertanyaan kuis, Al Qaeda meminta peserta yang tertarik menyebutkan tiga pasal dalam undang-undang Yaman yang dianggap bertentangan dengan hukum Islam.
“Dalam kuis itu juga Al Qaeda meminta peserta menyebutkan tiga dalil membolehkan membunuh orang yang tak mengikuti ajaran Islam versi mereka,” tutur seorang warga.
Selain disebar secara langsung, Al Qaeda juga menggunakan masjid-masjid lokal untuk mendistribusikan kuis tersebut.
Namun, warga yang tertarik justru kebingungan untuk mengumpulkan jawaban kuis. Sebab, Al Qaeda tidak menyebutkan bagaimana lembar jawaban kuis itu harus dikumpulkan.
Baca Juga: Miryam S Haryani Jalani Pemeriksaan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar