Suara.com - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon membantah punya masalah pajak seperti yang terungkap dalam nota dinas Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno.
"Tidak ada masalah pajak. Kalau bayar pajak saya bayar pajak, kalau ada sedikit keterlambatan itu administratif biasa dan sudah ada 'tax amnesty' juga, jadi tidak ada masalah kok. Kalau mau semua dibuka saja pajak dari semua pejabat negara, diperlihatkan, jadi transparan. Kalau saya tidak ada masalah," kata Fadli, di kompleks istana presiden Jakarta, Jumat.
Pada sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa Handang Soekarno Rabu (10/5), jaksa penuntut umum KPK menunjukkan nota dinas nomor: NDR-/PJ.051/2016 mengenai "Usul Pemeriksaaan Bukti Permulaan" antara lain terkait masalah pajak Fadli Zon.
Dalam nota dinas itu disebutkan Fadli diduga "Tidak menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi atas nama Fadli Zon NPWP 09.468.771.2-009.000 untuk tahun pajak 2011 sampai dengan 2015 ke KPP Pratama".
Terkait masalah pajak itu, Fadli bahkan menuding ada orang yang ingin mengincarnya, sehingga menggunakan isu masalah pajak itu.
"Kabarnya saya dengar setelah saya ikut aksi 411 ada info datang ke saya bahwa saya dicari persoalan pajaknya. Saya tidak masalah. Ada yang mengatakan ini ada dari istana, perintah dari istana. Saya tidak tahu benar atau tidak," ujar Fadli.
Fadli mengaku mendapatkan informasi tersebut dari sejumlah orang termasuk orang yang terkait dengan pajak, namun informasi itu bersifat informal.
"Tidak ada petugas pajak datang ke rumah, tidak pernah ada surat, tidak pernah ada. Saya juga tidak kenal Dirjen Pajak dan minta tolong ke dia," kata Fadli.
Ia juga mengaku memiliki konsultan pajak yang mengurus persoalan pajaknya.
"Itu masalah yang disebut kan laporan pajak, kalau pajaknya selalu kita bayar, di LHKPN juga. Di tahun 2016, 2015 kita penuhi semua cuma biasa kan dari bukan pejabat negara kita sesuaikan. Kita laporkan semua apa adanya. Tidak ada masalah," ujar Fadli.
Dia pun mengaku bahwa nama baiknya dicemarkan dengan persoalan seperti itu.
"Ya jelaslah ada pencemaran dan saya kira waktu itu perintahnya perintah politik karena saya ikut 411. Ada lima orang datang ke saya menyampaikan informasi sedang dicari permasalahan pajaknya," kata Fadli pula.
Ia menganjurkan KPK agar lebih baik mencari para pengemplang pajak yang menaruh uangnya di luar negeri.
"Saya akan lihat kalau dia mencemarkan atau apa. Ini kan persoalan pajak itu soal 'self assessment' warga negara. Saya bayar pajak. Kejar dong yang tidak bayar pajak siapa. Pengemplang pajak yang menaruh uangnya ke luar negeri. Itu yang dikejar. Jangan mau main kriminalisasi karena perbedaan politik," kata Fadli.
Sebelumnya, pejabat Ditjen Pajak Handang Soekarno mengaku bahwa data terkait masalah pajak Fadli Zon tersebut berasal dari analisis hasil kerja Direktorat Intelijen namun belum sempat diajukan ke Direktur Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak karena ia keburu terkena Operasi Tangkap Tangan pada 21 November 2017.
Nota dinas yang berada di tas kerja Handang itu pun disita petugas saat mengamankan Handang. Ia pun belum tahu apakah nota dinas itu ditindaklanjuti atau tidak. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan
-
Konten Video Pendek dan Live Streaming Bikin Bisnis UMKM Melejit hingga 135%
-
BNI Jelaskan Inisiatif Orang Tua Percepat Aktivasi PIP
-
Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga
-
Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel
-
Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!