Suara.com - Sekretaris Jenderal Pro Joko Widodo (Projo), Guntur Siregar, membantah rumor panas yang menyebutkan hubungan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla semakin renggang, terutama setelah pilkada Jakarta.
"Itu hanya ada yang manas-manasin. Nggak ada (kerenggangan). Nggak mungkin. Itu tidak benar," kata Guntur kepada Suara.com, Rabu (17/5/2017).
Isu tersebut muncul di tengah gejolak massa dan politik pasca kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, Nasdem, dan Golkar atas rival, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra dan PKS.
Menurut Guntur menghembuskan isu adanya keretakan hubungan Presiden dan Wakil Presiden sangat membahayakan negara.
"Ini belum move on aja. Ada yang manas-manasin. Sekarang, Ahok kalah apa hubungan dengan hubungan Jusuf Kalla dengan Pak Jokowi? Sudahlah, kita ini mau membangun demokrasi ke depan," kata Guntur.
Guntur berpesan kepada pendukung Ahok untuk menerima hasil pilkada Jakarta dan menatap ke depan. Apalagi, kata Guntur, Jokowi juga sudah berpesan sejak awal agar masyarakat menghormati hasil pilkada dan berlapang dada menerima siapapun yang keluar sebagai pemenang pilkada.
"Terimalah. Lapang dadalah. Pak jokowi, sudah bilang, kita harus terima. Harus menerima. Ke depan, kita bangun demokrasi yang benar. Menang kalah itu biasa dalam pertarungan. Jangan ngompori," kata Guntur.
Lebih jauh, Guntur mengingatkan bahwa jika situasi terus menerus gaduh, Jokowi yang rugi. Apalagi, sekarang menjelang pemilu presiden periode 2019-2024.
"Sudahlah kita akhiri kegaduhan. Pak Jokowi sudah bicara dengan bijaksana. Kita terima dengan lapang dada saja," kata dia.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR Dukung Sikap Jokowi
Ketika ditanya apakah Projo menangkap ada upaya untuk menjegal Jokowi menjelang pilpres 2019, mengingat elektabilitas Jokowi di survei-survei paling tinggi, Guntur menekankan tidak akan yang menjatuhkan Jokowi.
"Saya rasa nggaklah. Ngak boleh ada yang ngganggu. Itu yang ganggu itu makar namanya. Yang ngganggu Pak Jokowi dan Pak JK itu makar. Harus segera ditangkap," kata dia.
Menurut Guntur jika sekarang muncul isu, hal itu wajar dalam dunia politik.
"Biasa dalam politik. Kayak tadi, memanas-manasi saja," kata dia.
Guntur mengatakan Jokowi harus kembali tampil di bursa pilpres periode 2019-2024.
"Harus tampil. Harus bisa merealisasikan semua program yang ditawarkan ke rakyat Indonesia dan dilanjutkan periode kedua," kata Guntur.
Berita Terkait
-
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana
-
Julukan Bapak Infrastruktur untuk Jokowi, Bustami Zainudin: Faktanya Dirasakan Daerah
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun
-
Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat
-
Jokowi Dinobatkan sebagai Sesepuh oleh 9 Raja Timor
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut