Guntur yakin Jokowi memiliki kans besar buat memenangkan pilpres yang akan datang.
"Pasti dong. Kan Pak Jokowi pribadi kan bebas beban. Tidak ada beban masa lalu, tidak ada beban politik sebagai pemimpin. Makanya jangan coba-coba dikait-kaitkan dengan hubungan partai politik, hubungan dengan pilkada. Beliau presiden seluruh rakyat Indonesia," kata dia.
Menurut Guntur tokoh yang paling potensial untuk berhadapan dengan Jokowi di bursa pilpres adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Menurut dia sekarang ini belum ada tokoh yang sekuat Prabowo.
"Belum ada yang lain yang bisa saingi Pak Jokowi, selain Pak Prabowo. Tapi ya itu, saya berharap kepada teman-teman seluruh para pendukung beliau, sudahlah hentikan kegaduhan. Kita kembali berjuang agar Pak Jokowi dipilih lagi," kata dia.
Siapa cawapres yang paling layak untuk mendampingi Jokowi di pilpres periode 2019-2024, Guntur tidak mau berspekulasi karena sekarang ini situasi politik masih sangat cair.
"Proses masih panjang. Nanti di-last minute. Nanti juga kelihatan dari survei-survei," kata Guntur.
Menurut Guntur pendamping Jokowi nanti idealnya tokoh wajah baru agar terjadi regenerasi pemimpin di negeri ini.
"Dan satu hal yang paling penting, dia harus berjiwa kebangsaan. Tidak ada kepentingan pengusaha, bukan titipan konglomerat. Harus untuk bangsa," katanya.
Supaya perjalanan Jokowi sampai ke 2019 aman dan dapat kembali memenangkan pemilu, menurut Guntur, kuncinya Jokowi harus tetap fokus menyejahterakan masyarakat.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR Dukung Sikap Jokowi
"Kalau beliau on the track pada urusan rakyat. Bangun infrastruktur dan tetap bekerja, nggak usah dengar isu kiri kanan. Pokoknya dia dipilih karena rakyat, harus berjuang demi rakyat. Yang jadi benteng adalah rakyat," kata dia.
Berita Terkait
-
Andi Arief: SBY Terganggu Difitnah Jadi Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
-
HUT ke-13 Jokowi Masuk Gorong-gorong, Membaca Ulang Mitos Populisme
-
Jokowi Buka Pintu Maaf Soal Tudingan Ijazah Palsu: Urusan Hukum, Ya Hukum
-
Warga Korban Banjir Minta Cangkul dan Sekop ke JK untuk Bersihkan Rumah
-
Said Didu Bongkar 5 Kedaulatan RI yang 'Dirampas' Jokowi demi Oligarki Selama Satu Dekade
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini