Suara.com - Penyidik Kepolisian Indonesia berhati-hati untuk menelusuri dugaan keterlibatan Rizieq Shihab dalam kasus penyebaran konten berbau pornografi. Polisi belum bisa meningkatan status Rizieq sebagai tersangka karena masih minim alat bukti.
"Kami tidak segampang itu mentersangkakan seseorang, kami harus mempunyai alat bukti yang cukup," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (17/5/2017).
Soal penelusuran dugaan percakapan mesum yang diduga dilakukan pimpinan FPI itu melalui situs baladacintarizieq.com, Argo menyampaikan masih menunggu perkembangan dari pemeriksaan Firza Husein setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
"Ya kami kan baru menggelar perkara FH (Firza Husein). Ya nanti kami nunggu langkah penyidik selanjutnya," katanya.
Penyidik, kata Argo meyakini ada keterlibatan Rizieq karena berdasarkan temuan percakapan antara Rizieq dengan Firza setelah penyidik menyita dua telepon genggam keduanya.
"Ada transmisi antara dua buah handphone, dengan handphone satu dan lain yang sudah diminta keterangan ahlinya," katanya.
Selain adanya percakapan mesum via aplikasi WhatsApp, kata Argo, penyidik juga menemukan adanya foto-foto syur dan rekaman suara yang diduga berkonten pornografi.
"Ya transmisi itu bisa berupa gambar, suara, kode. Macam-macam di situ," kata dia.
Polisi hingga belum melakukan pemeriksaan terhadap Rizieq, lantaran yang bersangkutan telah berada di Arab Saudi. Upaya jemput paksa terhadap Rizieq juga masih terus diupayakan, setelah polisi menerbitkan surat perintah membawa Rizieq pulang ke Indonesia.
Baca Juga: Pengacara Rizieq Curiga Ada Pesanan, Eva Sundari: Itu Ngeles Saja
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto