Peringatan Hari Waisak di Riau. [Dok Panitia]
Dalam rangka waisak 2561 B E/2017 sebanyak 11 vihara di kota dan kabupaten Sumatra Utara serta Riau mengadakan doa bersama Umat Buddha di Candi Sipamutung Kabupaten Padang Lawas Minggu (7/5/2017).
Ketua Panitia Acara, Kasim Wijaya menyebutkan ke 11 vihara penyelenggara adalah V.Avalokitesvara Padang Sidempuan. V.Avalokitesvara Sibolga , V.Avalokitesvara Kotapinang, V.Buddha Dhamma Baganbatu,V. Buddhasasana Cikampak, V.Buddha Jayanti Rantau Prapat, V.Jetavana Aek Kanopan, V.Swarna Dwipa Rahuning,V. Buddhayana Aek Nabaraan,V.Tri Ratna Tanjung Balai dan MBI Kisaran.
Adapun tema yang disusung untuk tahun ini yakni, "Memahami KeBhinnekaan dalam Kebersamaan". Melalui tema ini Kasim ingin menyadarkan umat bagaimana seharusnya menjalani kehidupan yang damai dan bersatu ditengah perbedaan.
“Dengan diselenggarakan kegiatan Waisak bersama ini kita berharap agar dapat menyatukan seluruh umat beragama dengan memandang perbedaan sebagai sebuah kekayaan bukan perpecahan", ujar Kasim dalam keterangan resmi, Jumat (26/5/2017).
Lebih lanjut, Kasim menjelaskan makna serta tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini.
“Yang pertama, untuk memperingati 3 peristiwa besar dalam kehidupan Buddha Sakyamuni yaitu Kelahiran,Penerangan Sempurna menjadi Buddha dan Parinibanna( wafatnya Buddha),” ungkap Kasim.
Kemudian, lewat kegiatan ini Kasim berkeyakinan tali silahturahmi dan persaudaran antar umat Budhhist di Sumatera akan semakin erat.
“Menghadapi berbagai polemik yang terjadi ditengah masyarakat kita perlu menggalang kekuatan agar tidak mudah terprovokasi dan dipecah belah. Untuk itu kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturami antar umat buddhist di Sumatra Utara dan Riau khususnya, serta seluruh Sumatera dan Jawa umumnya,” terang Kasim.
Ketiga, Kasim menyatakan ingin memperkenalkan masyarakat luas baik di Indonesia maupun internasional mengenai keberadaan Candi Sipamutung yg merupakan peninggalan sejarah kerajaan Buddhis masa lampau.
Selanjutnya, perayaan ini sekaligus menjadi momentum memperingati hari jadi Bhikkhu Jinadhammo Mahathera yang ke 47. Bhikkhu Jinadhammo Mahathera sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh agama yang menjadi panutan umat Buddha.
“Kemudian, sesuai dengan amanat dari Bhikkhu Jinadhammo Mahathera kita ingin memperkenalkan, melestarikan, dan mempromosikan situs- situs agama Budha khususnya di Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara yang merupakan warisan bersejarah yang patut kita banggakan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut Kasim juga mengimbau kepada masyarakat untuk sama- sama menjaga situs- situs bersejarah di Indonesia. Khususnya Candi Sipamutung yang merupakan peninggalan sejarah kerajaan Buddhis masa lampau.
“Candi- candi ini harus dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata yang didukung tidak hanya oleh pemerintah tetapi juga oleh umat Buddha di Sumatera Utara khususnya,”imbau Kasim.
Menurut cerita Kasim, beberapa kalangan menyebut Candi Sipamutung ini sebagai satu- satunya Candi termegah diantara Candi lain yang terdapat di Kabupaten Padang Lawas dan Padang Lawas Utara, karena bentuk dan ukurannya.
Sebagai informasi, Candi Sipamutung terdiri dari sebuah biara induk yang menghadap ke timur dengan denah bujur sangkar berukuran 11x 11 meter, dan tinggi 13 meter terdiri dari bagian kaki, badan, dan atap. ;Sedangkan, di kedua sisinya terdapat 6 biara yang lebih kecil. Pada bagian bawahnya tersusun 16 buah stupa yang lebih kecil. Kompleks candi ini dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter dengan pintu masuk sejenis gapura.
Dalam kesempatan yang sama Ketua I Panitia David Siong Tjuanda, membagi acara menjadi 4 sesi yakni Ritual San Pu Yi Pai ( Tiga Langkah Satu Namaskhara/ sujud), Ritual Puja Bhakti, Prakdasina ( dengan mengelilingi Candi Sipamutung ) dan Dhammadesana, Perayaan 47 tahun Upasampada YM.Bhikku Jinadhammo Mahathera dengan pemotongan Nasi Tumpeng Berbentuk candi Sipamutung, dan penanaman Pohon Bodhi di sekitar wilayah candi.
David bersyukur kegiatan ini berjalan sukses atas kerjasama yang baik dari seluruh panitia serta dukungan dari Muspida plus. Dirinya berharap, kegiatan ini tidak hanya membawa manfaat bagi umat Buddhis tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang tinggal disekitar Candi.
“Semoga acara Dhammasanti Waisak ini bermanfaat untuk Umat Buddhis khususnya dan masyarakat sekitar Candi umumnya, agar Candi ini dapat dikenal dan menarik wisatawan dalam dan luar negeri sehingga masyarakat sekitar candi dapat lebih sejahtera dari sektor pariwisata,” pungkas David.
Menurut pantauan media, acara ini dihadiri oleh ribuan umat Buddha dari Sumatra Utara dan Riau ,serta dihadiri puluhan Bhikkhu dan Bhikkhuni baik dari Sangha Agung Indonesia( SAGIN) maupun dari Luar Negeri. Adapun Sangha yg hadir dalam kegiatan ini antaralain,
Sangha Theravada : YM Bhikkhu Jinadhammo Mahathera, YM Bhikkhu Khemacaro Mahathera, YM Choukun Thepsidhimoli, YM Bhikkhu Bhuripanno Thera, YM Bhikkhu Bhuripanno Thera, YM Bhikkhu Bhuripanno Thera, YM Bhikkhu Thitavamso, YM Bhikkhu Uttamacitto, YM Bhikkhu Thanisaro, YM Bhikkhu Abhivaro, YM Bhikkhu Ratanapanno, YM Bhikkhu Dhammajoto, YM Bhikkhu Viryadhammo
Sangha Mahayana : YM Bhiksu Nyanapratama Mahasthavira, YM Bhiksu Bhadra Sagara, YM Bhiksuni Virya Jaya Mahasthavira, YM Bhiksuni Bhadrasudhiyanti Sthavira, YM Bhiksuni Bhadramulani Sthavira, YM Bhiksuni Sheng Cong, YM Bhiksuni Te Hui, YM Bhiksuni Xian Li, YM Bhiksuni Gu Xiang, YM Bhiksuni Thian Li, YM Bhiksuni Satyamaitri, YL Samaneri Xue Ti, YL Samaneri Neng Wen.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan