Gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter yang mengguncang Kabupaten Poso dan getarannya terasa di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Senin malam (29/5/2017) mengakibatkan tiga korban luka ringan.
"Tidak ada korban jiwa, kecuali luka-luka dan para korban beberapa saat setelah kejadian langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (30/5/2017).
Ketiga korban yang cidera itu adalah Hj Pakuna (70) warga Desa Alitupu, Kecamatan Lore Utara luka di bagian kepala, Nurmawati (30) juga warga Desa Alitupu dan Rika (laki-laki) berusia 50thn asal Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara.
Para korban rata-rata mengalami luka di bagian kepala karena tertimpah batubata bangunan rumah tinggal sendiri.
Semua korban dievakuasi ke Puskesmas dan setelah mendapatkan pengobatan langsung kembali ke rumah masing-masing.
Gempa tersebut juga mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, bahkan ada rumah tinggal roboh karena guncangan keras.
Rumah yang roboh milik Serka Mustang, anggota Koramil 130/07-01 Poso yang terletak di Kelurahan Bonesompe, Kecamatan Poso Kota. Berikutnya tembok pembatas rumah dinas Intel Pelda Mustakim dan Serka Dedy roboh, bangunan tua bekas Kantor BNI Poso rusak dan beberapa rumah dan gereja di Desa Alitupu dan Desa Sedoa juga retak-retak.
Hingga Selasa pagi kerugian akibat gempa yang berlangsung selama satu menit dan dirasakan getarannya relatif keras oleh masyarakat di Kota Palu pada pukul sekitar 22.36WIB masih dalam perhitungan aparat.
Gempabumi yang terjadi saat masyarakat sedang beristirahat itu, kata Bartholomeus membuat sebagian besar mereka yang tinggal di pesisir pantai sempat mengungsi ke tempat aman karena takut diikuti tsunami.
Baca Juga: Gempa 6,6 SR Guncang Poso, Tidak Berpotensi Tsunami
Namun, semua masyarakat yang mengungsi tersebut, kini sudah kembali lagi ke rumahnya.
Sementara Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Palu Petrus Demon Sili dalam siaran persnya menyatakan, gempa bumi tektonik pada 29 Mei 2017 mengguncang wilayah Wuasa, Sulawesi Tengah, berdasarkan hasil analisis BMKG terjadi pada pukul 22.35.22 WITA berkekuatan 6,6 skala Richter, dengan episentrum pada koordinat 1.33 LS dan 120.41 BT di kedalaman 10 kilometer.
Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, sebab dari kedalaman pusatnya merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Dalam catatan BMKG, peta tingkat guncangan (shake map) menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat dirasakan di daerah Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.
Ia menambahkan dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (V MMI) di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (III-IV MMI), di Kabupaten Toli-Toli, Pasang Kayu Provinsi Sulawesi Barat dan Tana Toraja Sulawesi Selatan.
Dalam skala intensitas II SIG BMKG atau (III MMI) di Gorontalo, Boalemo dan Bone Bolango, dalam skala intensitas I SIG BMKG atau (II-III MMI) di Palopo, Masamba dan Balikpapan, dalam skala intensitas I SIG BMKG atau (II MMI).(Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan