Suara.com - Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, berbagi kenangan indah tentang mendiang Nicky Hayden menjelang Grand Prix (GP) Italia di Sirkuit Mugello, akhir pekan ini.
Seperti diketahui, Hayden meninggal dunia pada 22 Mei 2017 lalu akibat ditabrak mobil saat sedang latihan dengan sepeda, lima hari sebelumnya.
Juara dunia MotoGP 2006 itu pun telah dimakamkam pada, Senin (29/5/2017) lalu, di St Stephen Cathedral, Owensboro, Kentucky, Amerika Serikat.
Kepergian Hayden untuk selama-lamanya telah meninggalkan kenangan di hati dan pikiran Marquez. The Baby Alien, julukan Marquez, pun teringat kenangan pertama bertemu dengan Hayden.
"Saya ingat sekali, ketika saya berusia 15 tahun di awal karier saya di kejuaraan dunia dan dia (Hayden) adalah juara dunia MotoGP," kata Marquez, dikutip dari Crash, Rabu (31/5/2017).
"Kami ambil bagian dalam sebuah acara yang sama dan bahasa Inggris saya buruk sekali, jadi dia mencoba berbicara bahasa Spanyol dan dia orang yang sangat lucu dan santai, memperlakukan saya seolah-olah seperti adiknya."
"Lalu kami berbagi garasi tahun lalu di Australia dan mengadakan pesta bersama setelah balapan," lanjut Marquez.
"Seperti keluarganya yang luar biasa, dia sangat menyukai motor, dan dia akan selalu ada di dalam hati kita," tandas Marquez.
Bila Marquez hanya sekali bertandem dengan Hayden tahun lalu di Australia, maka tidak demikian halnya dengan Dani Pedrosa.
Baca Juga: Ditinggal Wafat Hayden, Jackie: Ciuman Perpisahan Kita...
Rekan setim Marquez di tim Repsol Honda itu tercatat tiga musim bertandem dengan mendiang pebalap asal Amerika Serikat tersebut; 2006-2008.
Pedrosa pun mengaku sangat emosional menyambut balapan MotoGP Italia ditengah kedukaan dengan kepergian sahabatnya tersebut.
"Akhir pekan di Mugello akan sangat emosional," kata Pedrosa, 31 tahun. "Sangat sulit kehilangan teman, khususnya seseorang yang sangat dekat selama tiga musim sebagai rekan satu tim dan selama bertahun-tahun kemudian."
"Saya masih ingat betapa besarnya Nicky mendorong, mencoba, tidak pernah menyerah untuk mengejar mimpinya memenangkan gelar MotoGP," tambung Pedrosa.
"Saya juga ingat ketika saya menderita cedera pompa lengan di tahun 2015. Saya mengumumkan untuk sementara berhenti membalap setelah GP pertama. Dia (Hayden) kemudian mendatangi saya dan mencoba mengerti apa yang terjadi dan dia yang merekomendasikan dokter untuk saya lakukan operasi."
"Dia orang yang baik dan saya sangat sedih dan berduka cita khususnya kepada keluarganya. Kami akan selalu memikirkan dan merasakan dia berada di hati kami saat menjalani balapan di Mugello, seperti yang kami rasakan saat tes di Montmelo minggu lalu," tandas Pedrosa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
-
Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
-
Profil dan Rekam Jejak Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Kini Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!
-
Ikut Jadi Tersangka, Ini Peran Vital Gus Alex di Skandal Korupsi Kuota Haji
-
Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Janji akan Kooperatif