Suara.com - Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP Partai Keadilan Sejahtera Wirianingsih mengusulkan kepada setiap perusahaan BUMN maupun swatsa agar memberikan keringanan kepada para pegawai untuk mempercepat jam pulang.
“Beberapa tempat kerja belum memberlakukan jam khusus selama bulan Ramadan, jam kerjanya masih sama dengan bulan biasa. Jika saya boleh usul, waktu pulangnya dipercepat agar suami atau istri, ayah atau ibu, dapat pulang lebih cepat hingga bisa berbuka bersama keluarga di rumah,” kata Wirianingsih di kantor DPP PKS, Jalan T. B. Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (2/6/2017).
Wirianingsih menilai adanya keringanan yang diberikan oleh tempat kerja kepada pegawainya selama bulan Ramadan dapat dimanfaatkan oleh para istri untuk melakukan peran hakikinya di dalam keluarga. Seperti, menyediakan hidangan berbuka untuk keluarga.
“Peran asasi seorang perempuan atau seorang istri adalah sebagai penanggung jawab dalam rumah tangga suaminya. Dengan adanya keringan pulang lebih awal selama bulan Ramadhan, istri dapat memanfaatkannya untuk menyiapkan dan mengatur segala keperluaan ibadah puasa. Seperti menyiapkan menu berbuka atau sahur yang bergizi dan halal. Serta memastikan bersama suami, anggota keluarga melaksanakan ibadah shalat terawih dan Ibadah lainnya,” kata dia.
Wirianingsih menyayangkan beberapa tempat kerja yang tidak memberikan keringanan jam kerja kepada para pegawainya di bulan Ramadan. Menurutnya keringanan yang diberikan oleh tempat kerja juga dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan ibadah kepada Allah SWT, seperti tilawah Alquran, shalat terawih, dan amalan sunah lainnya.
"Sebulan selama ramadhan, jika bapak ibu yang bekerja diberi keringan pulang lebih cepat, bisa melakukan buka bersama, terawih bersama. Hal-hal tersebut akan memperkokoh hubungan antar anggota keluarga," tuturnya.
Wirianingih meminta pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap hal ini. Keringanan pengurangan jam kerja yang diberikan kepada karyawan juga dapat memberikan kesempatan kepada Ayah atau ibu, suami atau Istri untuk memperkuat hubungan antar anggota keluarga dan menciptakan keluarga yang harmonis.
"Berbagai persoalan dalam masyarakat diantaranya berpangkal dari keluarga dan cara yang efektif untuk mengatasinya juga dimulai dari keluarga," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah Tahun 2026? Cek Jadwal dan Penjelasannya
-
Kapan Idul Fitri 2026? Cek Jadwal Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
-
Kapan 1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal Pasti Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Apa Itu Rompi Lepas? Diprediksi Jadi Tren Baju Lebaran 2026
-
Idul Fitri 2026 Tanggal Berapa? Prediksi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial