Suara.com - Lebih dari 130 imam dan pemimpin agama di Inggris menolak memimpin doa dalam pemakaman penyerang teror Jembatan London.
Khuram Butt (27), Rachid Redouane (30) dan Youssef Zaghba (22), semuanya ditembak mati oleh polisi setelah membunuh tujuh orang dan melukai 48 lainnya.
Trio, mantan pekerja TFL, koki pastry dan pegawai restoran, menabrak pejalan kaki di Jembatan London pada Sabtu (3/6/2017) malam. Mereka kemudian keluar dari kendaraan dan menusuk seseorang di bar dan restoran secara acak di dekat Pasar Borough.
Perwakilan pemuka agama Islam dari berbagai aliran berkumpul untuk menolak menyolatkan jenazah, sebuah ritual yang biasanya dilakukan untuk setiap Muslim tanpa mempedulikan tindakan mereka. Para imam juga meminta orang lain untuk melakukan hal yang sama, sebagai langkah mengutuk aksi serangan tersebut.
"Konsekuensinya, dan sehubungan dengan prinsip etika lainnya yang sangat penting bagi Islam, kita tidak akan melakukan solat jenazah untuk para pelaku dan kita juga mendesak sesama imam dan otoritas agama. Untuk menarik hak istimewa tersebut. Ini karena tindakan yang tidak dapat dipertahankan sama sekali bertentangan dengan ajaran agama Islam yang agung," ujar Dewan Muslim Inggirs dalam pernyataannya.
Seperti diketahui, Khuram Butt adalah mantan pekerja London Underground, yang diketahui baik oleh polisi maupun MI5. Dia juga pernah muncul dalam sebuah film dokumenter TV tentang jihad Inggris.
Rachid Redouane, dilaporkan melakukan perjalanan rahasia ke flat istrinya yang terasing untuk mengucapkan selamat tinggal terakhirnya kepada bayi perempuannya beberapa jam sebelum serangan tersebut terjadi.
Teroris ketiga, Youssef Zaghba, diberi nama hari ini oleh Polisi Met di tengah klaim bahwa dia telah ditahan tahun lalu saat mencoba mencapai Suriah melalui Turki.
Dalam pernyataannya, Dewan Muslim Inggris mengungkapkan keterkejutannya, sakit hati setelah pembunuhan tersebut.
Baca Juga: Ditangkap, Pelaku Ketiga Teror London
"Kami, sebagai imam Muslim dan pemimpin agama, mengutuk serangan teror baru-baru ini di Manchester dan London dengan cara yang paling kuat," kata mereka.
Para Dewan Muslim Inggris juga menyampaikan, waktu melakukan aksi pun tidak dapat diterima, bahwa kekerasan yang kejam seperti itu dilakukan selama musim Ramadan, di mana umat Islam di seluruh dunia fokus pada pengabdian, doa, amal, dan budidaya karakter yang baik.
"Menunjukkan betapa benar-benar salah arah dan jauh para teroris berasal dari Iman kita dan penghinaan yang mereka pegang untuk nilai-nilainya. Kami berdoa untuk perdamaian dan persatuan, dan untuk semua korban teror baik di rumah maupun di seluruh dunia, yang menjadi sasaran, terlepas dari iman mereka," bebernya. [Mirror]
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- KGPAA Mangkunegara X Akan Tinggalkan Mangkunegaran untuk Kuliah S2 di London
Pilihan
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
Terkini
-
Ranking FIFA Indonesia Sudah Naik 31 Tingkat, FIFA ASEAN Cup 2026 Ujian Menuju 100 Besar
-
Nana, Kim Dan, dan Jung Gun Joo Dipastikan Bintangi Serial Netflix Materesa
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
Bukan Sekadar Hemat Listrik, Teknologi Cerdas Menjaga Keselamatan Pasien di RS Telogorejo
-
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS Respons Atas Tragedi Pernikahan Kuhestak
-
Tak Lagi Jual Basah, Lampung Kini Bidik Cuan Berlipat via Hilirisasi Jagung
-
3 Rekomendasi Kulkas dengan Dispenser Air dan Pembuat Es, Mulai Rp3 Jutaan
-
Musuh LC: Mitsubishi Pajero 2026 Kembali Hadir, Ini Spesifikasinya
-
Alun-Alun Kota Bogor Kembali Bau Pesing dan Dipenuhi Botol Air Kencing
-
Berawal dari Jakarta, Kronologi Kasus Smart Board Chromebook yang Berujung OTT Bupati Muara Enim