Suara.com - Salah satu pejabat FPI Habib Novel Bamukmin senang berkas perkara tersangka Firza Husein dikembalikan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ke Penyidik Polda Metro Jaya. Berkas dinyatakan belum layak disidangkan karena belum lengkap atau P19.
Novel apresiasi langkah Kejaksaaan Tinggi DKI Jakarta. Dia menilai kasus itu direkayasa.
"Ya, memang seharusnya ditolak. Karena itu rekayasa kepolisan. Dan apresiasi kepada kejaksaan yang telah jeli dan menolak berkas dari polisi," kata Novel kepada suara.com, Kamis (8/6/2017).
Novel mencontohkan rekayasa kepolisian yang dimaksud, lantaran kasus Firza Husein melibatkan FPI Rizieq Shihab. Rizieq berkomunikasi melalui WhatsApp dengan Firza yang tersebar situs baladacintariezieq.com. Isi chat itu percakapan mesum.
"Sejak aksi 141, menjelang aksi bela Islam 411, ponsel Habib Rizieq sudah dikloning oleh orang tak bertanggung jawab. Itu SMS (percakapan dengan Firza) yang nggak pernah Habib Rizieq buat, menjadi ada dan di share kemana - mana," ujar Novel.
"Sejak saat itu habib Rizieq umumkan bahwa nomor ponsel tersebut, sudah di non aktifkan dan tidak bertanggung jawab atas isinya," Novel menambahkan.
Novel meyakini bahwa Habib Rizieq tidak mungkin ada hubungan dengan Firza Husein.
Kemarin, Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agus, Noor Rachmat menjelaskan, kurang lebih 2 jam waktu yang dibutuhkan oleh Kejati untuk mengekspos berkas dari Polda Metro Jaya dan disimpulkan bahwa berkas tersebut tidak lengkap
"Disimpulkan, intinya bahwa berkas perkara yang diteliti oleh peneliti itu masih belum sempurna dibawa ke pengadilan," kata Noor di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2017).
Baca Juga: Lengkapi Berkas Firza, Kapolda Tak Butuh Keterangan Rizieq
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan
-
Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar