Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab, Juru Bicara FPI Munarman, serta Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/2/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab kembali dilaporkan ke polisi pada Kamis (9/6/2017), kemarin. Kali ini, dia dilaporkan masyarakat atas nama Patriot Garuda Nusantara dan Yayasan Sandhi Murti ke Polda Bali terkait viral video berisi ucapan kebencian pada masyarakat Bali di YouTube dengan berdurasi 13 menit.
"Kalau orang melaporkan itu hak setiap warga negara, tapi tergantung pembuktian hukumnya," kata Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam Sugito Atmo Pawiro, Jumat (9/6/2017).
Tapi, Sugito penasaran dengan pelapor. Dia bertanya-tanya kenapa kasus tersebut baru dilaporkan sekarang.
"Kenapa sih munculnya sekarang di saat sekarang lagi ramai setelah pilkada DKI. Kenapa nggak dari dulu-dulu gitu lho. Ini kalau tidak ada muatan politik saya kira nggak akan muncul kembali," kata dia.
Lantas, Sugito mengaitkan kecurigaannya dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini dijebloskan ke penjara. Dia menduga latar belakang pelaporan terhadap Rizieq ke Polda Bali balas dendam.
"Karena ada muatan politis jadi semua orang yang paham teknologi mencoba buka Youtube apalagi yang bersangkutan tidak suka dengan sepak terjang habib. Karena ini akan jadi kotak pandora semua peristiwa, sejak penodaan agama Ahok kan dari Youtube, Apa sih kesalahan habib? Karena sekarang lagi musimnya begitu kan. Kalau misalnya ada perkataan yang dianggap ujaran kebencian itu akan dilaporkan," katanya.
"Kalau misalnya peristiwa itu terjadi sebelum pilkada fine-fine saja. Nah muncul sekarang ini jadi tanda tanya besar apa itu inisiatif dari warga Bali atau apa ada yang mengkondisikan, atau jangan-jangan yang bersangkutan tidak tahu menahu, atau yang menyuruh itu bilang ini ada lho, silakan kamu melaporkan. Karena orang awam kan nggak paham yang semacam begitu. Orang yang paham itu adalah yang punya kepentingan," Sugito menambahkan.
Sugito sudah melihat rekaman video yang dijadikan barang bukti pelaporan ke Polda bali. Menurut Sugito video tersebut merupakan rekayasa.
"Saya kira begini ya, kalau yang kontra HR (Habib Rizieq) ini menyudutkan HR. Tapi yang nggak ini kriminalisasi. Tapi kita tidak bisa paksa semua orang pro HR. Tapi bagi yang meyakini ini adalah rekayasa dan bagian skenario untuk bunuh karakater HR, bisa jadi," kata dia.
Tapi, Sugito tetap menghormati proses hukum. Dia berharap polisi menjalankan tugas secara profesional.
"Tapi yang paling penting adalah polisi jangan jadi alat kekuasaan, bahkan menyikapi hukum secara tidak netral," kata dia.
"Kalau orang melaporkan itu hak setiap warga negara, tapi tergantung pembuktian hukumnya," kata Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam Sugito Atmo Pawiro, Jumat (9/6/2017).
Tapi, Sugito penasaran dengan pelapor. Dia bertanya-tanya kenapa kasus tersebut baru dilaporkan sekarang.
"Kenapa sih munculnya sekarang di saat sekarang lagi ramai setelah pilkada DKI. Kenapa nggak dari dulu-dulu gitu lho. Ini kalau tidak ada muatan politik saya kira nggak akan muncul kembali," kata dia.
Lantas, Sugito mengaitkan kecurigaannya dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini dijebloskan ke penjara. Dia menduga latar belakang pelaporan terhadap Rizieq ke Polda Bali balas dendam.
"Karena ada muatan politis jadi semua orang yang paham teknologi mencoba buka Youtube apalagi yang bersangkutan tidak suka dengan sepak terjang habib. Karena ini akan jadi kotak pandora semua peristiwa, sejak penodaan agama Ahok kan dari Youtube, Apa sih kesalahan habib? Karena sekarang lagi musimnya begitu kan. Kalau misalnya ada perkataan yang dianggap ujaran kebencian itu akan dilaporkan," katanya.
"Kalau misalnya peristiwa itu terjadi sebelum pilkada fine-fine saja. Nah muncul sekarang ini jadi tanda tanya besar apa itu inisiatif dari warga Bali atau apa ada yang mengkondisikan, atau jangan-jangan yang bersangkutan tidak tahu menahu, atau yang menyuruh itu bilang ini ada lho, silakan kamu melaporkan. Karena orang awam kan nggak paham yang semacam begitu. Orang yang paham itu adalah yang punya kepentingan," Sugito menambahkan.
Sugito sudah melihat rekaman video yang dijadikan barang bukti pelaporan ke Polda bali. Menurut Sugito video tersebut merupakan rekayasa.
"Saya kira begini ya, kalau yang kontra HR (Habib Rizieq) ini menyudutkan HR. Tapi yang nggak ini kriminalisasi. Tapi kita tidak bisa paksa semua orang pro HR. Tapi bagi yang meyakini ini adalah rekayasa dan bagian skenario untuk bunuh karakater HR, bisa jadi," kata dia.
Tapi, Sugito tetap menghormati proses hukum. Dia berharap polisi menjalankan tugas secara profesional.
"Tapi yang paling penting adalah polisi jangan jadi alat kekuasaan, bahkan menyikapi hukum secara tidak netral," kata dia.
Komentar
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan