Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto terus memproses pembubaran orgasisasi masyarakat anti Pancasila. Dalam hal ini Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Menurutnya pembubaran ormas antiPancasila menjadi keharusan. Namun untuk waktunya ia belum mau menjelaskan.
"Pembubaran ormas antipancasila itu suatu keniscayaan, mau tidak mau harus kita selesaikan. Negeri ini ini kan negeri berdaulat, tidak mungkin negeri berdaulat, di dalam negeri sendiri ada kekuatan-kekuatan, ada gerakan yang anti terhadap ideologi negara, itu tidak pantas, karena akan mengganggu stabilitas keamanan, dan politik. Maka itu sesuatu hal yang harus dilakukan, soal kapan, dengan cara apa, tunggu saja," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/6/2017).
Wiranto mengatakan keputusan pemerintah yang ingin membubarkan HTI harus tetap berjalan dan tidak boleh mundur. Menurutnya pemerintah tidak bisa menyampaikan setiap langkah yang dilakukan dalam upaya pembubaran HTI.
"Langkahnya tidak bisa dibincangkan dulu, nanti kan ada saatnya kami menjelaskan kepada masyarakat. Jadi ini kan suatu kebijakan yang tidak setiap langkah demi langkah dijelaskan kepada masyarakat, tidak bisa. Tapi tentu saat dilaksanakan ada penjelasan yang rasional, yang konstitusional, yang tidak melawan hukum. Sabar saja, pasti nanti suatu saat akan kami jelaskan kepada masyarakat," terang dia.
Kendati begitu, lanjut dia, pemerintah mempercepat proses hukum dalam pembubaran HTI tersebut.
"Lebih cepat lebih baik," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Revisi UU Sisdiknas Digodok, DPR Tekankan Integrasi Nilai Budaya dalam Pendidikan
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari