Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan meninjau lokasi terjadinya ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Jumat (26/5/2017). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan tidak masalah permohonan red notice atau penangkapan terhadap Habib Rizieq Shihab tidak dikabulkan Divisi Hubungan Internasional Polri lantaran dianggap tak memenuhi syarat.
"Saya pikir nggak ada masalah kalau red notice tidak dipenuhi karena sudah ketentuan. Tidak bisa kami intervensi karena sudah ketentuan internasional," kata Iriawan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2017).
Iriawan mengatakan Polda Metro Jaya masih memiliki banyak alternatif lain untuk memulangkan tersangka kasus pornografi yang kini bertahan di Arab Saudi itu. Di antaranya, polisi bisa meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencabut paspor Rizieq.
"Alternatif berikutnya imigrasi bisa mengeluarkan namanya pencabutan paspor apabila diminta oleh kami," katanya.
Upaya tersebut mirip dengan yang pernah dilakukan polisi untuk memulangkan Gayus Tambunan, buronan kasus suap Direktorat Jenderal Pajak, ketika kabur ke Singapura tahun 2010.
"Pencabutan paspor nanti kami ajukan ke imigrasi, imigrasi mencabut dikeluarkan satu SPLP (Surat Perjalanan Laksana Parpor). Kembali dari negara asal ke Indonesia, seperti Gayus Tambunan waktu saya jemput itu," kata dia.
Namun, Iriawan belum bisa memastikan kapan polisi mengajukan permintaan kepada Imigrasi untuk pencabutan paspor Rizieq.
"Kami mau mengkaji dulu mana yang terbaik nanti," kata Iriawan.
Rizieq ditetapkan menjadi tersangka kasus pornografi setelah polisi lebih dulu menetapkan Firza Husein menjadi tersangka.
"Saya pikir nggak ada masalah kalau red notice tidak dipenuhi karena sudah ketentuan. Tidak bisa kami intervensi karena sudah ketentuan internasional," kata Iriawan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (16/6/2017).
Iriawan mengatakan Polda Metro Jaya masih memiliki banyak alternatif lain untuk memulangkan tersangka kasus pornografi yang kini bertahan di Arab Saudi itu. Di antaranya, polisi bisa meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mencabut paspor Rizieq.
"Alternatif berikutnya imigrasi bisa mengeluarkan namanya pencabutan paspor apabila diminta oleh kami," katanya.
Upaya tersebut mirip dengan yang pernah dilakukan polisi untuk memulangkan Gayus Tambunan, buronan kasus suap Direktorat Jenderal Pajak, ketika kabur ke Singapura tahun 2010.
"Pencabutan paspor nanti kami ajukan ke imigrasi, imigrasi mencabut dikeluarkan satu SPLP (Surat Perjalanan Laksana Parpor). Kembali dari negara asal ke Indonesia, seperti Gayus Tambunan waktu saya jemput itu," kata dia.
Namun, Iriawan belum bisa memastikan kapan polisi mengajukan permintaan kepada Imigrasi untuk pencabutan paspor Rizieq.
"Kami mau mengkaji dulu mana yang terbaik nanti," kata Iriawan.
Rizieq ditetapkan menjadi tersangka kasus pornografi setelah polisi lebih dulu menetapkan Firza Husein menjadi tersangka.
Komentar
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini
-
Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis
-
Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!
-
Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia