Suara.com - Foto Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bicara di mimbar di bawah guyuran hujan deras viral di media sosial.
Pidato tersebut di hadapan ribuan personel TNI, Polri, alim ulama, tokoh masyarakat, sesepuh pondok pesantren, masyarakat, dan anak yatim piatu, bertempat di Lapangan Brigif Raider 13 Galuh, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Rabu (21/6/2017), lalu.
Jenderal Gatot mengenakan seragam dinas dan mengenakan peci yang basah kuyup.
Foto yang diunggah Pusat Penerangan TNI lewat Twitter @Puspen_TNI diberi tulisan: "Hujan yg mengguyur tdk pernah menyurutkan semangat Panglima TNI utk menjaga keutuhan NKRI."
Sebagian besar netizen menyatakan kebanggaannya kepada Gatot. Sebagian mendoakan agar dia menjadi pemimpin negeri ini.
"Jika Allah mengizinkan beliau jadi pemimpin (Presiden/Wapres) negeri ini, semua mungkin. Semoga baik utk negeri ini," tulis warganet.
Warganet yang lain mengaku terharu melihat foto-foto Gatot itu.
"Mentes air mata ini min, salam hormat untuk beliau, salim," tulis netizen.
Ketika itu, Gatot pidato untuk mengingatkan kembali tentang perjuangan kemerdekaan dijiwai nilai-nilai religius pemuka agama.
Gatot mengatakan pada dasarnya para pejuang berlatar belakang agama yang kuat. Jenderal Besar Sudirman Panglima TNI pertama, katanya, juga seorang guru agama yang taat beribadah. Anak buahnya sering memanggilan dengan sebutan kyai.
"Yang memperjuangkan bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang merdeka adalah rakyat Indonesia yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras yang berjuang mengorbankan harta benda, pertumpahan darah bahkan nyawa," ujar Gatot.
Gatot mengatakan bahwa pada perjuangan kemerdekaan tempo dulu, dimana para ulama dan santri ikut serta dalam setiap pertempuran melawan penjajah sampai akhirnya kemerdekaan Indonesia bisa direbut.
"Setelah itu, ulama dan para santri kembali ke pesantrennya dan sebagian lagi tetap berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan membentuk Badan Keamanan Rakyat. Itulah cikal bakal TNI," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Gatot megungkapkan peranan tokoh agama dalam peristiwa Pertempuran Surabaya 10 November 1945, dimana TNI baru berumur satu bulan dan belum mempunyai senjata modern untuk menghadapi tentara Sekutu. K. H. Hasyim Ashari mengeluarkan Fatwa Jihad Fisabilillah agar para umat Islam khususnya para santri yang dipimpin oleh seorang ulama bernama Kyai Abbas kembali turun gunung berjuang melawan tentara sekutu.
"Ini yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat bahwa yang memimpin perlawanan terhadap Sekutu pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya adalah Kyai Abbas dari Pesantren Buntet," katanya.
Berita Terkait
-
Gatot Nurmantyo dan Eks Panglima TNI Bahas Izin Lintas Udara, Menhan Sjafrie: Kepentingan Nasional
-
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo hingga Agum Gumelar Kumpul di Kantor Menhan Sjafrie, Ada Agenda Apa?
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Sekjen KAKI: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Harus Nasehati Gatot Nurmantyo Dkk
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!