Meskipun sadar risiko berkendara sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, Karyadi mengatakan keinginan untuk bertemu keluarga dan sekadar memberikan selembaran uang Rp20 ribu kepada keponakan-keponakannya mengalahkan rasa khawatir selama perjalanan bolak-balik Jakarta-Indramayu.
"Saya menitipkan anak kami ke tetangga yang juga akan kembali ke Jakarta dengan bajaj. Kebetulan tadi kami papasan di jalan," kata pria yang baru dikaruniai putra setelah delapan tahun menikah itu.
Karyadi gembira sepanjang perjalanan arus balik ke Pulogadung walau berbekal oleh-oleh beras lima liter dan sekantong ikan asin dari Indramayu.
"Tentu saya memilih mencari nafkah di kampung sendiri dibanding harus berdesak-desakan di Jakarta. Tapi, lapangan pekerjaan di Indramayu tidak banyak. Saya hanya bersyukur karena badan masih sehat. Kalau ada rezeki, saya ingin membuka usaha di kampung," kata Karyadi yang akan kembali melintasi jalur-jalur arteri utara Jawa Barat bersama istrinya, Mursiah.
Berbeda dengan Agus maupun Karyadi, Jumalih mengaku terpaksa berkendara roda dua mudik ke Kuningan, Jawa Barat, bersama anak dan istrinya.
"Lebih lancar pakai sepeda motor dibanding kendaraan umum yang sering terjebak macet. Tentunya, ongkos perjalanan kami juga lebih hemat," kata pria berusia 35 tahun itu.
Jumalih menempuh perjalanan sepanjang 240 kilometer bersama keluarganya menuju Bekasi timur.
Dia mengaku telah empat kali beristirahat sejak berangkat dari Kuningan sekitar pukul 09.00 WIB hingga sampai Karawang sekitar pukul 16.00 WIB itu.
"Mungkin kami akan beristirahat satu kali lagi di sekitar Karawang Barat dan sampai di Bekasi sekitar pukul 19.00 WIB," ujar pekerja kantoran di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat itu.
Baca Juga: Darah Brimob yang Ditikam Teroris Masih Membekas di Karpet Masjid
Jumalih mengaku setiap tahun pulang ke kampung halaman istrinya di Kuningan dengan sepeda motor dan berharap pada musim libur Lebaran tahun berikutnya dapat menyewa mobil bersama saudara atau tetangga sekampung.
Mata yang memerah akibat debu jalanan seakan tidak menggangggu Jumlaih untuk memastikan sepeda motornya tidak melewati lubang-lubang jalan demi keselamatan keluarga.
"Tantangan berkendara bersama anak dan istri tentu lebih besar. Saya hanya berusaha tidak terlalu kencang mengendarai sepeda motor dan memilih berhenti jika kelelahan," ujar pemudik yang juga membawa serta tiga tas ukuran sedang.
Baik Agus, Karyadi, maupun Jumalih sama-sama mempunyai alasan lokasi kampung halaman mereka yang masih berada di wilayah Jawa Barat masih memungkinkan untuk ditempuh dengan sepeda motor.
Sinar matahari semakin meredup di belakang awan bertumpuk di ujung barat Tanjung Pura Karawang. Kuda-kuda besi tetap saja mengalir dari sisi timur seakan mengejar sisa-sisa cahaya sang surya.
Lampu-lampu sepeda motor para pemudik yang akan kembali ke Jakarta pun mulai dinyalakan.
Seakan berbisik tegar dalam hati, "Wahai Jakarta dan sekitarnya, tunggu kami kembali selepas magrib ini. Himpitan ekonomi tidak halangi kami nafkahi anak dan istri".
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Terkini
-
Ketika Jakarta Berbenah Menjadi Kota yang Lebih Ramah Manusia di HUT Ke-499
-
Soal Begal Takut Tentara, DPR Ingatkan Proses Pidana Tetap di Tangan Polisi
-
Di Tengah Kenaikan Harga BBM, Bisakah Sampah Plastik Menjadi Sumber Energi Alternatif?
-
Menkes Minta RS dan Klinik Jujur Isi Sensus Ekonomi: Jangan Takut Data Dipakai untuk Pajak
-
Siapa 26 Tokoh Terlibat Korupsi MBG? Elza Syarief: Masih Tunggu Izin Sony Sonjaya
-
Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu
-
Gak Kapok! Bupati Muara Enim Edison Kembali Jadi Tersangka KPK di Kasus Suap BPK
-
Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah
-
Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte
-
Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?