Alejandro. (Facebook)
Di negara dunia ketiga seperti Filipina, semuanya cenderung mahal, termasuk ongkos transportasi. Oleh karena itu, banyak pelajar dan para pekerja di kota yang lebih suka berjalan kaki untuk menghemat pengeluaran.
Banyak pula orangtua yang tak bisa mengantar anaknya berangkat ke sekolah setiap hari karena biaya hidup dan biaya transportasi yang tinggi.
Namun berbeda halnya dengan lelaki bernama Alejandro yang merupakan penyandang difabel ini. Melansir laman viral4real, ia tetap mengantar anaknya ke sekolah meski dirinya harus menggunakan kursi roda.
Bagi Alejandro, keterbatasan yang ia miliki bukan halangan untuk menunjukkan rasa sayang kepada keluarganya, terutama untuk kepentingan anaknya yang masih sekolah.
Untuk menghemat biaya transportasi , Alejandro mengantar sang anak setiap hari pergi ke sekolah dengan menggunakan kursi rodanya.
Warganet pun ramai-ramai memuji Alejandro dan menjulukinya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa masa kini.
Alejandro memilih untuk berkorban bagi keluarganya. Bahkan kebiasaan Alejandro ini sampai diliput tv lokal. Alih-alih berdiam diri di rumah dan beristirahat, Alejandro memilih untuk mengorbankan hidupnya demi kemajuan anaknya.
Komentar
Berita Terkait
-
Para Fencing World Cup 2025: 17 Negara Unjuk Gigi di Solo, Siapa Juaranya?
-
Kaki Patah Dua Kali, Begini Kondisi Terkini Irwansyah
-
Irwansyah Alami Musibah, Kini Harus Pakai Kursi Roda
-
Tarif Sewa Kursi Roda dan Skuter di Masjidil Haram 2025, Ini Paket Tawaf dan Sai
-
Cara Bawa Kursi Roda Saat Ibadah Haji, Simak Panduan Kemenag
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?