Suara.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte murka setelah gerombolan bandit Abu Sayyaf memenggal dua pelaut Vietnam, Rabu (5/7/2017), yang sudah delapan bulan terakhir mereka jadikan sandera.
Bahkan, seperti dilansir Rappler, Duterte bersumpah akan memakan hati anggota Abu Sayyaf sebagai aksi balas dendam.
“Ingatlah ini, saya akan memakan hati kalian. Hati kalian akan saya bumbui dengan garam dan cuka, dan kumakan di hadapan kalian,” tegas Duterte sebagai pesan terbuka untuk gerombolan Abu Sayyaf.
Ia mengatakan, tidak ada satu pun alasan dirinya mau tunduk atas permintaan uang tebusan untuk Abu Sayyaf.
“Apa kita akan menjadi budak mereka? BangXXt!,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara militer Filipina Kapten Jo-Ann Petinglay mengatakan, prajurit menemukan tubuh kedua pelaut korban penculikan tersebut tergeletak tanpa kepala di Pulau Basilan,yang menjadi benteng pertahanan Abu Sayyaf.
"Kedua pelaut Vietnam itu dipenggal karena Abu Sayyaf tahu tak bakal mendapatkan uang tebusan untuk keduanya," kata Petinglay, seperti dilansir Agence France-Presse.
Kelompok Abu Sayyaf sejak lama dikenal sebagai organisasi yang suka menculik warga asing maupun Filipina untuk ditukar dengan uang tebusan.
Baca Juga: Gelar Pemusatan di Bali, Edy: "...Biar Tampil Maksimal"
Aksi penculikan tersebut dilakukan sejak mereka tak lagi mendapat asupan dana dari Al Qaeda. Pemberian uang itu dihentikan Al Qaeda setelah pemimpin mereka, Osama bin Laden, tewas tahun 2011.
Kekinian, salah satu faksi terbesar Abu Sayyaf bergabung dengan gerombolan teroris Maute yang berperang di Kota Marawi.
Berita Terkait
-
Klaim Ada 'Main Mata', Pacman Seru WBO Kaji Hasil Duel Lawan Horn
-
Abu Sayyaf Penggal Dua Pelaut Vietnam di Filipina
-
Kalah dari Horn, Pacquiao Tetap Disambut Bak Pahlawan di Filipina
-
Pemimpinnya Kabur Ketakutan, Teroris Maute Saling Berperang
-
Gencatan Senjata Lebaran di Marawi Cuma 8 Jam, Perang Berlanjut
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender