News / Metropolitan
Jum'at, 07 Juli 2017 | 16:16 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (29/5/2017). [Suara.com/Bowo]

Suara.com - Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, berencana akan mengevaluasi seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra Mohamad Taufik mengatakan, evaluasi akan dilakukan pada bulan Oktober 2017, atau setelah Anies-Sandi resmi dilantik.

"Oh wajar, kalau ada evaluasi terhadap BUMD kemudian hasil evaluasi mesti dirombak, wajar saja. Apa yang dipusingkan? Takut dirombak? Takut diganti? " ujar Taufik di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (7/7/2017).

Taufik menjelaskan, evaluasi itu dilakukan karena setiap kepala daerah memunyai konsep berbeda untuk mengembangkan potensi pemasukan pemprov.

Ia memisalkan, Anies-Sandi secara tegas tidak ingin BUMD selalu mengandalkan penyertaan modal pemerintah (PMP) pada setiap tahun.

"Kalau yang lalu (Ahok-Djarot) mungkin PMP, gubernur yang akan datang bisa saja, 'eh lu (BUMD) jangan PM dong, lu berkembang dong, kan bisa begitu. Itu makanya perlu ada evaluasi," terang Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi di Pilkada Jakarta 2017 tersebut.

Menurut Taufik, BUMD di ibu kota sudah saatnya mandiri dan ikut berkontribusi memberikan dana untuk APBD setempat.

Baca Juga: Ketua MPR: Pemindahan Ibu Kota Negara Libatkan Swasta itu Skandal

Load More