Suara.com - Ketua Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menilai, Presiden Joko Widodo sebaiknya terlebih dulu fokus menyelesaikan utang-utang programnya ketimbang memindahkan ibu kota negara.
“Saya setuju pusat pemerintahan harus dipisah dari pusat bisnis. Tapi itu kapan-kapan, tidak sekarang. Saya kita pemerintah harus fokus, utangnya kan sudah banyak,” tutur Zulkifli, Jumat (7/7/2017).
Ia mejelaskan, “utang-utang” Jokowi itu adalah penyelesaian seluruh program pembangunan yang sudah dicanangkan pada awal pemerintahannya.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mencontohkan, pemerintah belum menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Sumatera.
Begitu pula program pembangunan Jalan Tol Jawa yang belum terselesaikan. Tak hanya itu, janji pembenahan sarana irigasi dan pertanian juga belum terimplementasikan.
Itu belum ditambah komitmen Jokowi untuk menciptakan swasembada pangan, dan meringankan tarif listrik untuk masyarkat.
Padahal, kata Zulkifli, dua tahun sisa masa pemerintahan Jokowi—2018-2019—bisa dikatakan sudah memasuki ”tahun politik”, yakni menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019.
“Banyak program yang belum selesai, sedangkan tahun depan, 2018, sudah masuk tahun politik, jadi harus fokus sedari sekarang," tandasnya.
Baca Juga: Anies-Sandi Akan Evaluasi Semua BUMD Usai Dilantik
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?