Suara.com - Isu reshuffle Kabinet Kerja kembali berhembus setelah Presiden Joko Widodo menyinggung akan ada perombakan menteri kabinet kerja pada April 2017. Pergantian itu disebut-sebut bakal terealisasi usai Lebaran 2017.
Memanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla enggan berkomentar banyak akan hal tersebut. JK menyerahkan permasalahan reshuffle kabinet untuk ditanyakan langsung kepada Presiden Joko Widodo.
"Tanya beliau (Presiden Jokowi) saja," kata JK usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pengelolaan Perbatasan Negara di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Johan Budi mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi apapu dari presiden Jokowi terkait perombakan kabinet kerja.
Menurutnya, pasca lebaran memang banyak pihak termasuk media yang bertanya mengenai perombakan tersebut. Namun Johan menegaskan bahwa dirinya tidak mendengar akan ada perubahan susunan menteri dalam kabinet kerja. Sinyal adanya perubahan ini juga belum terlihat atau terdengar.
"Kalau soal sinyal biar publik yang menilai ada atau tidaknya sinyal tersebut. Saya tidak bisa mengatakan Presiden memberikan sinyal atau tidak, tapi sejauh yang saya tahu reshuffel itu hak prerogratif Presiden," ujarnya.
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Sudah Tandatangani Perppu Pembubaran HTI
-
Istana Pastikan Ada Akun Palsu Mengatasnamakan Presiden Jokowi
-
Surat Atas Nama Jokowi Pakai Nomor +62 8581 3501 734 Hoax
-
Jokowi: Proyek Infrastruktur Transportasi Massal DKI Harus Tuntas
-
Jokowi Perintahkan Proyek Infrastruktur di Aceh Dipercepat
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara