Sandiaga Uno [suara.com/Bowo Raharjo]
Wakil gubernur Jakarta periode 2017-2022 Sandiaga Salahuddin Uno menjalani pemeriksaan penyidik KPK hampir dua jam lamanya, Jumat (14/7/2017). Pasangan Anies Baswedan itu dimintai keterangan dalam kapasitas mantan komisaris PT. Nusa Konstruksi Engineering yang dulu bernama PT. Duta Graha Indah.
Dia keluar dari KPK sekitar jam 11.50 WIB. Sandiaga mengatakan pertanyaan dari penyidik tadi sama persis dengan pertanyaan saat pemeriksaan sebelumnya.
"Pertanyaannya persis sama dengan pertanyaan yang diberikan ke saya bulan Mei dan jawaban saya juga sama, jadi proses yang sangat cepat dan alhamdulillah," kata Sandiaga di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Dia keluar dari KPK sekitar jam 11.50 WIB. Sandiaga mengatakan pertanyaan dari penyidik tadi sama persis dengan pertanyaan saat pemeriksaan sebelumnya.
"Pertanyaannya persis sama dengan pertanyaan yang diberikan ke saya bulan Mei dan jawaban saya juga sama, jadi proses yang sangat cepat dan alhamdulillah," kata Sandiaga di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.
Pada Mei 2017 lalu, Sandiaga diperiksa selama empat jam. Saat itu, dia diperiksa sebagai saksi untuk dua kasus: dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Udayana tahun anggaran 2009-2011, dan pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Pemprov Sumsel 2010-2011 . Sandiaga diperiksa sebagai saksi untuk bos Duta Graha Indah, Dudung Purwadi.
"Kami mendukung langkah yang dilakukan KPK untuk memastikan penegakan hukum yang antikorupsi tanpa tebang pilih dan secara komunikasi kami sampaikan terus dukung KPK," Sandiaga menambahkan.
Namun, politikus Partai Gerindra itu tidak menjelaskan mengenai materi pemeriksaan dan diperiksa untuk siapa. Dia meminta jurnalis bertanya langsung kepada penyidik.
"Untuk detailnya kami serahkan ke pihak KPK untuk memberikan keterangan. Tapi tadi pertanyaan yang diberikan sama persis dengan pertanyaan yang ditanyakan bulan Mei," ujar Sandiaga.
Pemeriksaan Sandiaga kali ini tidak masuk dalam agenda pemeriksaan KPK.
Namun, politikus Partai Gerindra itu tidak menjelaskan mengenai materi pemeriksaan dan diperiksa untuk siapa. Dia meminta jurnalis bertanya langsung kepada penyidik.
"Untuk detailnya kami serahkan ke pihak KPK untuk memberikan keterangan. Tapi tadi pertanyaan yang diberikan sama persis dengan pertanyaan yang ditanyakan bulan Mei," ujar Sandiaga.
Pemeriksaan Sandiaga kali ini tidak masuk dalam agenda pemeriksaan KPK.
Komentar
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami