Suara.com - Mata Elis (57) berkaca-kaca mengingat video yang memperlihatkan bagaimana putra bungsunya, Farhan, dirundung oleh teman-teman di kampus Gunadarma, Depok, Jawa Barat, pada Jumat (14/7/2017).
Hanya sekali saja dia berani melihat video itu. Sekarang, mengingatnya saja sudah membuatnya sedih.
"Sejak kejadian itu, kita enggak ada yang makan. Kayak puasa saja. Karena terlalu sedih," kata dia kepada wartawan di kediamannya, Ciganjur, Jakarta Selatan, dikutip dari Antara, Selasa (18/7/2017).
Ayah Farhan, Mansur (67), juga terpukul, dan masih ingat betul reaksi Elis waktu kali pertama menyaksikan video perundungan Farhan.
"Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Anak saya yang lihat videonya. Ibunya langsung nangis," kata dia.
Mansur mengatakan Farhan mengaku sudah mengalami perundungan semacam itu sejak semester pertama.
"Menurut dia sudah semenjak semester pertama. Dia enggak mau membebani orangtua. Mau menghadapi sendiri," tutur dia.
Dalam video, sekelompok orang tampak menahan laju Farhan yang kala itu mengenakan jaket abu-abu dengan menarik tas ranselnya. Korban tidak bisa berjalan karena tindakan itu.
Karena kesal, Farhan akhirnya melempar tempat sampah ke arah orang yang mengganggunya. Di sisi lain, orang-orang di sekitarnya tak terlihat membantu korban, mereka hanya diam terpaku. Sebagian bahkan terdengar meneriaki korban.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian menyatakan bullying kepada Farhan sudah keterlaluan. Farhan adalah mahasiswa semester II Jurusan Sistem Informasi di Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.
Farhan menjadi korban bullying teman satu kelasnya. Rekaman videonya diunggah ke sosial media hingga viral.
"Kalau dilihat sekilas, seperti bercanda. Kalau memang motifnya bercanda ini memang sudah kelewatan. Kalau bully, kita lihat juga devinisi bully seperti apa, harus jelas," ujar Irwan saat ditemui wartawan di kampus D Gunadarma, Depok, Jawa Barat, Senin (17/7/2017).
Irwan mengatakan proses investigasi saat ini tengah dilakukan pihak kampus. Dia memasitikan korban dan pelaku merupakan teman satu kelas.
"Sekarang ini kami sedang lakukan pemanggilan kepada para pelaku, makanya untuk melengkapi data dan fakta kita tunggu hasilnya. Sehingga kita mengetahui motifnya," kata Irwan.
Berita Terkait
-
Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Classmate: Korban Bullying yang Dicintai oleh Hantu Penunggu Gedung Sekolah
-
Jangan Diam, Hubungi Nomor Ini Jika Lihat Kekerasan Anak di Sekolah
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG