Suara.com - Siapa yang tidak tahu hubungan Iran dan Saudi Arabia? Berbagai provokasi dilancarkan masyarakat Iran untuk membenci warga Arab.
Bahkan, toko satu ini menggantung tulisan anti-Arab di depan pintunya. Toko terletak di timur laut kota Mashhad, di mana pengunjung Arab dari kawanan Teluk kerap berkunjung ke Makam Imam Reza yang ke-8, seorang imam Syi'ah, terdistorsi oleh rasisme.
Pengguna media sosial telah berbagi foto sebuah tanda toko yang ditulis dalam bahasa Persia, Arab dan Inggris yang tergantung di depan sebuah toko makanan yang berbunyi, "orang Arab tidak diijinkan".
Ini adalah fakta yang diketahui bahwa orang Sunni dan Teluk Arab tidak dapat mengunjungi kota Masyhad. Mayoritas masyarakat Arab yang mengunjungi kota tersebut, yang terletak di timur laut Iran, adalah orang-orang Syiah Arab, Teluk, Irak dan Lebanon.
Aktivis anti-rasisme Iran Mohsen Rasooli berbagi foto tersebut dari halaman aktivis Arab Abdul Karim Dahimi.
"Mengapa kita membiarkan diri kita menulis hal seperti ini? Meskipun kita memiliki sejarah dan peradaban yang kembali 2500 tahun yang lalu kita masih membiarkan diri kita terkena atmosfir rasisme yang telah menyebar kuat di antara beberapa kalangan," komentar salah seorang netizen. [Al Arabiya]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia
-
Isu Keamanan Produk, DRW Skincare Buka Pendampingan Medis Gratis bagi Pasien Terdampak
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina