Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kembali menjadi sasaran perundungan masyarakat. Itu setelah institusi legislatif tersebut mengunggah tulisan yang dianggap memalukan oleh warganet.
Tulisan yang dianggap memalukan tersebut diunggah oleh akun DPR RI terverifikasi di Instagram, @dpr_ri, Selasa (18/7/2017).
Akun @dpr_ri mengunggah poster yang mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"KPK kerjanya nguping," begitulah judul utama dalam poster yang diunggah akun @dpr_ri.
Selain judul seperti itu, dalam poster maupun keterangannya, akun @dpr_ri juga mengkritik KPK. Berikut tulisan yang dimaksud:
"KPK kerjanya nguping. Kerja KPK hampir semua bergantung pada alat sadap, kemudian ditindaklanjuti OTT (perasi tangkap tangan). Maka sudah pasti yang didapat nilainya kecil. Coba KPK bekerja dengan nalar hukum yang canggih, dengan mendasarkan pada hasil audit BPK, pasti (korupsi) yang dibongkar nilainya ratusan milyar bahkan triliunan."
Sebagai keterangan, akun @dpr_ri menerakan sumber tulisan itu, yakni dikutip dari pernyataan M Amin Fahrudin yang disebut sebagai Koordinator Kompak (Komite Aksi Pemantau Angket KPK).
Bukannya mendapat dukungan, warganet justru ramai-ramai “membanjiri” unggahan itu dengan kritik dan menilai tulisan tersebut “memalukan”.
Baca Juga: Hilang Tahun 1945, Suami Istri Ini Baru 'Pulang' Tahun 2017
“Sungguh memalukan melihat akun resmi lembaga negara yang ‘katanya’ wakil rakyat, mengunggah hal seperti ini. Saran saya sebagai rakyat biasa, fokuslah perbaiki kinerja, bukannya mencari cari kesalahan lembaga lain. Semoga oknum pejabat yang korup segera mendapat ganjaran setimpal atas segala tindakannya! #indonesiabebaskorupsi,” tulis akun dio_anjasmara.
Sementara akun @lfariziex mengatakan, “takut sama alat sadap? Takut busuknya ketauan semua ya?”
Sedangkan akun @heruhrlmbng_ membalas tuduhan dalam tulisan @dpr_ri itu mengenai KPK yang tak bekerja sesuai laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
"’Coba KPK bekerja dengan nalar hukum yang canggih dengan mendasarkan pada hasil audit BPK.’ Kata @dpr_ri. Tidak ingat waktu itu KPK melaksanakan OTT di kantor BPK?”
Hingga berita ini diunggah, unggahan akun @dpr_ri itu sudah dikomentari oleh 1.605 warganet yang mayoritas mengkritik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN
-
BPS Kalbar Catat Makan Bergizi Gratis Ubah Pola Konsumsi, Tekan Beban Belanja Keluarga Miskin
-
Jusuf Kalla Tekankan Kerugian Ekonomi Akibat Banjir, Ajak Warga Jakarta Jaga Lingkungan
-
Geger Unpam Serang, Mahasiswi Tewas Jatuh dari Lantai 2, Murni Kecelakaan atau Kelalaian Kampus?
-
Cuaca Ekstrem Rusak Puluhan Rumah di Probolinggo, BPBD Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Kemenhut Bidik Aktor Intelektual di Balik Tewasnya Gajah Sumatra di Konsesi Riau
-
Prabowo Janjikan Biaya Haji Turun Drastis, Bangun 'Kampung Haji' di Mekkah
-
Ogah Masuk Gorong-gorong Mirip Jokowi, Pramono: Yang Bekerja Otaknya
-
Guyon Ogah Masuk Gorong-gorong, Pramono Pilih Kerja Pakai Otak dan Pikiran
-
Sempat Kabur, Otak Dugaan Suap Impor Barang KW di Bea Cukai Akhirnya Pakai Rompi Oranye KPK