Sabu yang disita dari kapal penyelendup 1 ton Sabu di Anyer, Serang, Banten. [Antara]
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan anggota segera memusnahkan satu ton sabu yang disita dari anggota jaringan penyelundupan narkoba Taiwan. Jika tak segera dibumihanguskan, Tito khawatir nanti barang bukti tersebut disalahgunakan.
"Saya minta dimusnahkan sehingga barang ini tidak disalahgunakan, dan harus dimusnahkan," kata Tito di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).
Sebelum dimusnahkan, Tito meminta petugas menyimpannya di tempat aman dan harus diawasi terus agar tak terjadi penyimpangan.
"Saya minta ke Kapolda dan Propam. Untuk mengawasi barang bukti ini di suatu tempat secara khusus. Agar tidak terjadi hal-hal menyimpang," kata Tito.
Dalam pemusnahan barang haram senilai sekitar Rp1,5 triliun itu, harus melibatkan Kejaksaan Agung dan Badan Narkotika Nasional.
"Kemudian sebelum dimusnahkan diundang pihak eksternal, diteliti dulu secara bersama dan terbuka," kata dia.
Upaya penyeludupan sabu ke Jakarta dari Taiwan dapat digagalkan di Serang, Banten, pada Kamis (13/7/2017), dini hari. Saat penyergapan, satu tersangka ditembak mati karena mencoba menabrak petugas dengan mobil.
"Saya minta dimusnahkan sehingga barang ini tidak disalahgunakan, dan harus dimusnahkan," kata Tito di Polda Metro Jaya, Kamis (20/7/2017).
Sebelum dimusnahkan, Tito meminta petugas menyimpannya di tempat aman dan harus diawasi terus agar tak terjadi penyimpangan.
"Saya minta ke Kapolda dan Propam. Untuk mengawasi barang bukti ini di suatu tempat secara khusus. Agar tidak terjadi hal-hal menyimpang," kata Tito.
Dalam pemusnahan barang haram senilai sekitar Rp1,5 triliun itu, harus melibatkan Kejaksaan Agung dan Badan Narkotika Nasional.
"Kemudian sebelum dimusnahkan diundang pihak eksternal, diteliti dulu secara bersama dan terbuka," kata dia.
Upaya penyeludupan sabu ke Jakarta dari Taiwan dapat digagalkan di Serang, Banten, pada Kamis (13/7/2017), dini hari. Saat penyergapan, satu tersangka ditembak mati karena mencoba menabrak petugas dengan mobil.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
1.000 Peserta Ramaikan Fun Run Merah Putih, Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Narkoba
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kampung Bahari Digerebek Berulang, Mengapa Jaringan Narkoba Tak Kunjung Hilang?
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
Pramono Dukung Penuh BNN Sikat Bandar Narkoba di Kampung Bahari: Kami Support Sepenuhnya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Tak Ada Lagi Kabel Semrawut! Simpang PDAM Cibinong Bakal Disulap Punya Underpass Rapi
-
Seorang Nelayan di Pandeglang Tewas Mengenaskan Usai Rumahnya Meledak Diduga Karena Bom Ikan
-
KPK Geledah 2 Kantor Dinas di Bogor
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
CCTV Dirusak Massa Aksi DPR, Pemprov DKI Bakal Bawa ke Jalur Pidana
-
BRI Turut Salurkan Bantuan Bahan Pangan untuk Korban Kebakaran di Desa Adat Sade
-
Ditolak Hakim, Febri Diansyah: Praperadilan Bukan Sekadar Soal Menang atau Kalah
-
Mau Renovasi Rumah? Kartu Kredit BRI Kasih Diskon 5 Persen di Mitra10 Sepanjang 2026!
-
Bangladesh Pede Main di FIFA ASEAN Cup, Sang Pelatih Pernah Bikin Timnas Indonesia Malu