Suara.com - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap penadah barang-barang hasil curian spesialis telepon seluler berinisial Ho, warga Jalan Sidotopo Sekolahan, Kota Surabaya.
"Pemuda berusia 34 tahun ini diringkus menyusul penangkapan dua orang pencuri yang biasa menjual hasil curian kepadanya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Leonard Sinambela kepada wartawan di Surabaya, dikutip dari Antara, Minggu (23/7/2017).
Ia mengatakan dua pencuri yang ditangkap terlebih dahulu itu masing-masing berinisial MH, usia 36 tahun, dan Ro, usia 22 tahun.
"Mereka bertetangga di Jalan Sidotopo Sekolahan Surabaya," kata dia.
MH dan Ro, belakangan diketahui sebagai residivis, yang menurut Leonard, pernah menjalani proses hukum sebanyak empat kali dalam kasus kejahatan yang sama.
"MH dan Ro adalah pelaku kejahatan pencurian spesialis telepon seluler," katanya.
Leonard menjelaskan kedua pelaku merupakan spesialis mencuri telepon seluler di rumah-rumah atau tempat indekos.
"Mereka beraksi saat pemilik rumah sedang keluar atau pun sedang terlelap tidur," ujar dia.
Menurut catatan kepolisian terdata empat korban telah melapor atas pencurian yang diduga dilakukan oleh MH dan Ro.
Sedangkan kedua pelaku kepada polisi mengaku telah melakukan pencurian di sedikitnya 20 tempat kejadian perkara.
"Rata-rata yang diambil adalah barang-barang elektronik jensi telepon seluler dan laptop, kemudian mereka langsung menjualnya ke penadah," ujar Leonard, menerangkan.
Dari pengembangan penyelidikan terhadap kedua pelaku inilah kemudian polisi menangkap Ho sebagai penadahnya.
"Ho sebagai penadah mempunyai lapak di Jalan Gembong Surabaya," katanya.
Saat ini, lanjut Leonard, polisi masih mengejar satu pelaku lain yang telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang dalam jaringan kejahatan ini yang hingga kini masih kabur, yaitu berinisia Sa.
"Dari para pelaku yang telah tertangkap kami amankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty warna biru, nomor polisi L 6643 WG dan 55 unit telepon seluler berbagai merek," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
Terkini
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Prabowo Kumpulkan Jokowi, SBY hingga Para Mantan Wapres di Istana Merdeka Malam Ini
-
KPK Sita Kendaraan dan Barang Bukti Elektronik di OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
-
Di Depan Anies Baswedan, Pramono Anung Pastikan Jembatan Penghubung JIS-Ancol Diresmikan Mei