Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkhawatirkan kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin akan terpengaruh setelah adanya berbagai tudingan yang disampaikan mantan anak buahnya, Yulianis terhadap lembaga antirasuah.
Yulianis, yang merupakan mantan Wakil Direktur Keuangan PT Permai Group, melancarkan banyak tudingan kepada KPK saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Pansus Angket KPK di DPR, Senin (24/7/2017) kemarin.
Salah satu tudingan Yulianis adalah soal keterangan Nazaruddin dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang penuh kebohongan.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan selama menjani proses pemeriksaan di KPK, Nazaruddin sering menyampaikan keterangan soal dugaan keterlibatan banyak pihak dalam suatu kasus. Akan tetapi, penyidik tidak langsung menerima pernyataan tersebut sebagai informasi yang benar sebelum dilakukan kroscek terlebih dahulu.
Contohnya di kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). KPK juga menggunakan kesaksian dari Nazaruddin. Dalam kesaksiannya, Nazar menceritakan peran sejumlah pihak dan aliran dana dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.
Febri berharap tudingan yang dilontarkan Yulianis soal kesaksian Nazaruddin yang penuh kebohongan memberikan tekanan pada Nazaruddin, hingga mempengaruhi kesaksiannya dalam kasus e-KTP.
"Jangan sampai ada tekanan, baik itu langsung atau tidak langsung terhadap saksi yang dapat berakibat pada keterangan yang disampaikan," kata Febri saat dikonfirmasi, Selasa (25/7/2017).
Febri menjelaskan, sejauh ini, KPK tidak pernah menggunakan keterangan satu orang saksi saja sebagai satu-satunya sumber dalam mengungkap fakta. KPK selalu menggunakan beberapa saksi dan disesuaikan satu sama lain, dan juga disesuaikan dengan barang bukti.
"Dalam proses hingga pengadilan, kesesuaian antara keterangan saksi dengan pihak lain dan bukti lain selalu dipertimbangkan," kata Febri.
Baca Juga: Yulianis: Pak AS dan BW Menolak Panggil Ibas, Katanya Itu Teman
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dasco Pastikan Korban Argo Bromo Vs KRL Dirawat Maksimal, Ini Daftar Nama yang Meninggal dan Luka
-
MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur
-
Singapura soal Selat Hormuz: Melintas Itu Hak, Bukan Hak Istimewa karena Membayar!
-
Teror Bom Tewaskan 20 Orang, Kolombia Buka Sayembara Rp23 Miliar untuk Cari Sosok Ini
-
Gibran Tekankan Keamanan Pangan MBG: Sisa Makanan Dilarang Masuk Dapur
-
Turis Jerman Tewas Dipatok Ular Kobra saat Pertunjukan Satwa Liar di Hotel Mewah Mesir
-
10 Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia, Terbaru Tabrakan KA vs KRL di Bekasi Timur
-
Real Madrid Kehilangan Kylian Mbappe Jelang El Clasico
-
Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS
-
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran