Suara.com - Pengacara mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, Elza Syarief, membantah pernyataan Yulianis yang menyebutkan ada pemberian uang Rp1 miliar kepada Adnan Pandu Praja ketika masih menjabat wakil ketua KPK tahun 2015. Pemberian uang tersebut disebut Yulianis terjadi di kantor Elza.
"Secara tegas saya mengatakan sejak KPK berdiri sampai detik ini saya tidak pernah bertemu dengan komisioner KPK yang sedang aktif, tidak pernah," kata Elza di kantornya, Jalan Latuharhari, nomor 19, Menteng, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017).
Namun, Elza mengakui pernah bertemu Adnan ketika masih menjadi anggota Komisi Kepolisian Nasional atau sebelum jadi pimpinan KPK.
"Terkait Pak Adnan, secara dekat saya tidak terlalu kenal. Saya bertemu beliau saat dia masih di Kompolonas. Kebetulan pada saat itu saya laporkan kasus apa? Terkait kinerja kepolisian, saya lupa, kemudian Kompolnas minta saya untuk saya jelaskan kasusnya. Ketika saya datang, baru saya ketahui bahwa yang terima saya pak Adnan. Saya cerita kasusnya, dan seterusnya. Hanya dua kali waktu di Kompolnas," kata Elza.
Tidak hanya Adnan Pandu, Elza juga mengaku pernah bertemu Bambang Widjojanto, Bibit Samad Rianto, dan Chandra Hamzah. Tapi, pertemuan berlangsung setelah mereka tak lagi menjadi komisioner KPK.
"Tapi, setelah mereka tidak lagi menjadi Komisioner KPK. Dengan Pak Bambang, dia rekan saya sebagai advokat," kata Elza.
Sikap Elza siang ini merupakan respon atas pernyataan Yulianis di rapat dengar pendapat umum yang diselenggarakan panitia khusus angket terhadap KPK di DPR,
Yulianus mengaku mendapatkan informasi soal aliran uang itu dari Minarsih. Uang itu disebutkan dari Nazarudin.
Minarsih merupakan salah satu anak buah Nazaruddin yang sudah menjadi tersangka kasus pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Udayana, Bali, dan Pengadan Alat Kesehatan di Rumah Sakit Airlangga, Surabaya.
Tapi, Yulianis mengaku lupa kapan persisnya kejadian itu. Seingatnya ketika Adnan menjadi komisioner KPK pada periode 2011-2015.
"Kejadiannya di kantornya Ibu Syarief. Di ruangan itu ada Minarsih, Elza Syarief, Hasyim, adiknya Nazar, dan Pak Pandu sendiri," kata Yulianis.
Bahkan, kata Yulianis masih ada satu saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
"Jadi kalau pansus mau panggil, jadi waktu itu saksinya Minarsih dan Marisi Martondang. Marisi Martondang itu mengantar ke tempat Elza Syarief hanya di luar. Yang masuk ke ruangan Elza Syarief adalah Minarsih, Hasyim adiknya Nazarudin, Pak Pandu dan Bu Elza Syarief," katanya.
Yulianis mengaku mendapatkan banyak cerita seperti itu, tetapi selama ini enggan mengungkap ke publik.
"Kalau yang saya tahu, itu (Adnan dan Minarsih). Yang lain saya cuma dengar gosip-gosip yang saya nggak mau bicara di sini," tuturnya.
Yulianis mengatakan informasi tersebut sudah dilaporkan ke KPK, namun tidak direspon.
"Saya lapor ke biro hukum, saya lapor juga ke penyidik. Lapornya tidak resmi, hanya bicara," katanya.
Berita Terkait
-
Rekam Jejak Elza Syarief, Pengacara Shella Saukia yang Pernah Berseteru dengan Nikita Mirzani
-
Segini Tarif Elza Syarief: Pengacara Shella Saukia yang Diledek Nikita Mirzani
-
Nikita Mirzani Tertawa Ngakak Saat Tahu Elza Syarief yang Jadi Kuasa Hukum Shella Saukia
-
Elza Syarief Pertanyakan Kredibilitas Doktif: Siapa Dia? Berani-beraninya Review Skincare!
-
Meski Akui Emosi, Shella Saukia Bantah Keroyok Doktif di Restoran
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba