Suara.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Partai Golkar Idrus Marham menyebut, wacana tidak majunya Nurdin Halid sebagai calon Gubernur Sulawesi Selatan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 adalah wacana sesat.
"Itu adalah wacana sesat, skenario politik yang ingin meruntuhkan popularitas pak Nurdin Halid sebagai bakal calon gubernur," ujar Idrus Marham di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, adanya wacana Nurdin Halid bakal tidak akan melanjutkan pertarungannya di pemilihan gubernur Sulawesi Selatan pada tahun 2018 itu setelah dihubung-hubungkan dengan situasi politik nasional.
Ia sendiri mengakui jika jabatan Nurdin Halid di DPP Partai Golkar sangat strategis sebagai ketua harian, namun itu tidak akan mempengaruhi pencalonannya.
"Pak Nurdin adalah petarung dan tidak akan mundur hanya dengan adanya wacana seperti itu. Pak Nurdin maju karena adanya panggilan tanggung jawab dan panggilan ideologis, bukan panggilan pragmatis," katanya.
Idrus menyatakan, Nurdin Halid sebagai ketua harian di DPP Golkar memang seharusnya menggantikan peran Setya Novanto sebagai ketua umum setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Namun, berdasarkan rapat pleno yang dilakukan sehari setelah penetapan tersangka itu, tepatnya pada 18 Juli 2017, diputuskan jika Nurdin Halid dan Idrus Marham akan menjalankan tugas dan tanggung jawab pimpinan partai dalam merealisasikan target-target Golkar.
"Tidak akan mempengaruhi karena ada saya dan pak Nurdin yang akan menjalankan roda organisasi di partai dan semuanya sudah sepakat, tidak ada munaslub (musyawarah nasional luar biasa)," jelasnya.
Adapun alasan Nurdin maju sebagai calon Gubernur Sulsel karena ingin mengabdikan dirinya dalam membangun masyarakat Sulsel terutama membangun kampung.
Selain itu, lanjut Idrus Marham, Nurdin sarat akan pengalaman memimpin organisasi, di Golkar jabatannya cukup mentereng dengan mengendalikan DPP Golkar pasca pleno di Jakarta beberapa waktu lalu.
"NH menjadi calon gubernur karena keterpanggilan tanggunjawab untuk membangun Sulsel. NH terpanggil untuk mengabdi, mengamalkan ilmu selama ini. Prestasinya dalam organisasi tingkat nasional dan internasional sudah cukup baginya," ucap Idrus Marham. [Antara]
Tag
Berita Terkait
-
Novanto Tersangka, Golkar: Insya Allah Tidak Berpengaruh
-
Setnov Tersangka, Golkar Larang Kader Bicara Seenaknya ke Media
-
Partai Golkar Pastikan Tak Gelar Munaslub Ganti Setya Novanto
-
Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Hari Koperasi Nasional ke-70
-
Nurdin Halid Daftar Jadi Calon Gubernur Sulawesi Selatan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Purbaya Tunggu Restu Prabowo soal Nasib Sisa Anggaran DBH Rp 70 T ke Pemda
-
HUT Ke-23, PPAD Gelar Ziarah Serentak: Titip Pesan Integritas bagi Prajurit Aktif TNI AD
-
Skenario Pahit yang Bisa Sebabkan Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Siapa Sari Sukoco? Korban KMP Mutiara Sentosa 2 yang Tak Pernah Sampai di Pelaminan
-
Kilau Emas Jadi Biang Kerok Inflasi Lampung di Juli 2026
-
17 Ide Lomba 17 Agustus yang Seru untuk Perusahaan, Bikin Makin Kompak
-
5 City Bike Bergaya Klasik Paling Ideal untuk Komuting dan Sepedaan Keliling Kota
-
Aksi Curanmor Marak di Blora, 11 Kasus Masih Misterius
-
PayLater Terbaik Tahun 2026 di Indonesia: Cara Memilih yang Tepat agar Belanja Makin Hemat
-
The Catalyst: Kenapa Semakin Dipaksa, Orang Justru Semakin Sulit Berubah?