Warna-warni lampu LED yang terpasang di Simpang Susun Semanggi (SSS) di Kawasan Semanggi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (27/7) malam. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Uji coba jalur Simpang Susun Semanggi, Jakarta, dimulai malam ini pukul 20.20 WIB.
Pembukaan jalur untuk uji coba, dihadiri di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah, dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko.
Setelah jalur dibuka, Djarot dan Saefullah menjajal jalan layang yang bentuknya melingkar-lingkar itu.
Pembukaan jalur untuk uji coba, dihadiri di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris Daerah Jakarta Saefullah, dan Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Wijatmoko.
Setelah jalur dibuka, Djarot dan Saefullah menjajal jalan layang yang bentuknya melingkar-lingkar itu.
Dalam sambutan tadi, Djarot menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Basuki yang telah menerbitkan Sertifikat Layak Fungsi pembangunan Simpang Susun Semanggi.
"Mudah-mudahan persembahan anak bangsa ini benar-benar membawa kebaikan, kedamaian, dan prestasi tersendiri," ujar Djarot di taman seberang halte Transjakarta Semanggi.
Djarot menyebut proyek yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya tersebut merupakan jembatan layang dalam kota terpanjang di Indonesia.
Jembatan layang melengkung ini disebutnya sebagai karya monumental dan artistik. Di sisi-sisinya dihias ornamen gigi balang khas Betawi.
"Ditambah pencahayaan yang sangat bagus. Ini adalah persembahan anak bangsa. Sebenarnya kalau kita mempunyai keyakinan kita bisa bangun apapun juga," kata Djarot.
Djarot mengatakan proyek pembangunan Simpang Susun Semanggi terealisasi berkat sentuhan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Harus diakui, pembangunan Simpang Susun Semanggi ini adalah berkat keberanian dari Pak Basuki Purnama," kata Djarot.
Djarot mengatakan ketika Ahok masih menjabat gubernur, Ahok meminta Wika serius menyelesaikan pembangunan dengan target 1,5 tahun. Ternyata, proyek selesai dua bulan lebih cepat dari target. Proyek itu dikerjakan mulai 16 Maret 2016.
"Tantangan itu dijawab anak-anak muda. Bukan hanya mampu, tapi ini lebih cepat dari yang direncanakan dua bulan," katanya.
Djarot juga mengapresiasi Saefullah. Saefullah yang menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT. Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Mitra Panca merupakan swasta yang membiayai bangunan ini dari dana kompensasi pelampauan koefisiensi lantai bangunan.
"Bukan hanya Pak Basuki yang punya keberanian. Termasuk Pak sekda menadatangani PKS supaya benar ini mampu kedepanya mengurai kemacetan," kata Djarot.
Masih ada sisa uang Rp219 miliar
Saefullah mengungkapkan pembangunan Simpang Susun Semanggi menghabiskan biaya sekitar Rp360 miliar, artinya masih sisa dana Rp219 miliar dari total dana dari Mitra Panca. Sisa dana nantin akan digunakan untuk keperluan memperbaiki trotoar.
"Nanti dari Benhill sampai Monas juga dibangun (trotoar) dengan KLB yang lain. Kita sudah MoU. Di bawahnya sudah ada ducting. Sehingha tidak ada halangan lagi di atas pedestrian," kata Saefullah.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menerangkan Simpang Susun Semanggi bisa digunakan untuk akses mobil yang ingin berbelok kanan dari jalan arah barat atau daerah Tomang-Slipi menuju area Blok M.
Jalur tersebut juga bisa dipakai akses berbelok dari arah timur atau daerah Cawang menuju kawasan Benhil-Jalan Thamrin.
"Sementara untuk kupingan Semanggi eksisting, hanya akan digunakan untuk kendaraan berputar dari arah Slipi kembali ke arah Slipi, dan dari arah Cawang kembali ke Cawang. Serta belok kanan dari Blok M menuju Cawang dan dari Benhil menuju Slipi-Tomang," kata Andri.
Proyek monumental tersebut rencananya diresmikan Presiden Joko Widodo pada HUT ke 72 Republik Indonesia, 17 Agustus.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan