Suara.com - Perhimpunan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) mendeklarasikan berdirinya organisasi kemasyarakatan sekaligus membentuk pengurus pusat di pelataran Candi Borobudur dalam rangkaian Festival International Borobudur.
Ketua umum Dewan Pengurus Pusat Matra, KPH SP RheindraJais Wiroyudho Alam Syah di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat malam (28/7/2017), menyampaikan alasan mengapa deklarasi Matra dilakukan di Candi Borobudur yaitu semata-mata untuk menjaga ketahanan budaya dan adat istiadat.
"Jadi pendeklarasian Matra di Candi Burobudur bukan karena candi ini simbol agama Buddha, tetapi karena Candi Borobudur merupakan salah satu pusat keagungan budaya Nusantara yang sangat terkenal di dunia," katanya.
Menurut dia, untuk kegiatan Matra ke depan juga akan dilaksankan di tempat-tempat seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Benteng Sumbouko, kraton atau di candi-candi atau pusat-pusat kebudayaan lainnya.
"Matra tidak akan menggelar acara-acara besar di hotel. Jadi kami akan memberikan nuansa berbeda dengan forum, asosiasi dan ormas lainnya," katanya.
Ia menuturkan Matra tidak bersaing dengan dengan forum-forum atau asosiasi kraton yang ada di Nusantara ini.
"Salah jika Matra dianggap perkumpulan para raja atau kraton. Matra adalah perkumpulan masyarakat umum dari segala lapisan. Jadi matra bukan wadah berhimpun para raja, namun sebagai rasa hormat kami menempatkan para raja, datu, sultan, pemangku adat dan para ratu sebagai dewan penasihat dan dewan pakar di Matra," katanya.
Dewan Pengawas Matra I Maddusila Daeng MannyonriKatangka Sultan Alauddin II mengatakan deklarasai matra dengan dilatarbelakngi Candi Borobudur, candi bersejarah yang paling hebat, termasuk 10 keajaiban di dunia.
"Saya selaku dewan pengawas menyampaikan ini bukan saja perkumpulan para raja, sultan pemanggu adat, tetapi semua masyarakat adat baik itu raja, sultan, dan pemangku adat kemudian pemerhati adat dan budaya tergabung dalam Matra," katanya.
Ia menuturkan Matra tidak berafiliasi pada salah satu kekuatan politik, Matra hanya mengembangkan dan lestarikan adat di seluruh Nusantara. (Antara)
Berita Terkait
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!
-
Upacara Adat Majemukan Desa Glagahan: Merajut Syukur dan Menjaga Warisan Leluhur
-
Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Ketua RW Sebut Bukan Warga Lokal, Siapa Belasan Orang yang Keroyok Dico hingga Tewas di Grogol?
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
Prabowo Akui Program MBG Banyak Masalah, Sebut Ada Pimpinan Tidak Kuat jika Berurusan dengan Uang
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih: Ini Hari yang Penting!
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, DPR: Indonesia Darurat Perlindungan Anak di Ruang Digital