Suara.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional di The Stones Hotel, Kuta, Bali, pada Jumat hingga Sabtu (4-5/8/2017).
Rapimnas ini menjadi ajang konsolidasi dalam rangka penguatan kelembagaan partai Hanura mulai dari tingkat atas hingga bawah. Sejumlah agenda politik baik internal dan eksternal juga dibahas dalam Rapimnas ini.
Ketua DPP Hanura Benny Ramdhani yang juga merupakan sekretaris Organizing Committee (OC) mengatakan, hasil Rapimnas ini akan menjadi rekomendasi yang harus dikerjakan menjelang Pemilihan Presiden 2019.
"Jadi hasilnya selain rekomendasi politik, strategi nasional untuk eksternal maupun internal, pada 2019 kami harus menembus menjadi partai papan tengah, atau empat besar," kata Benny dalam Konfrensi Persnya di The Stones Hotel, Kamis (3/8/2017).
Selain itu, Benny menambahkan, untuk perolehan kursi legislatif Partai Hanura menargetkan 56 kursi. Hitung-hitungannya adalah perolehan kursi di DPR saat ini ditambah dengan anggota DPD yang menyebrang ke Partai Hanura.
"Untuk mencapai empat besar itu tentu harus lebih dari 56 kursi. Sekarang kursi kita di parlemen 16 kursi, itu tetap dipertahankan. Ditambah 40 orang dari DPD RI," tambahnya.
"Strateginya apa untuk memperkuat modal politik itu, Rapimnas ini akan menggodoknya, merumuskannya," tukasnya lagi.
Ketua Steering Committee (SC) Djafar Badjeber mengatakan, Rapimnas kali ini tidak akan membahas calon presiden yang akan diusung Partai Hanura.
Baca Juga: Gagal Jadi Anggota Komnas HAM, Zainal Petir dari FPI: Tidak Fair
Menurutnya, Partai Hanura sudah memutuskan mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden 2019 sesuai hasil Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) pada Desember 2016.
"Dukungan itu sudah diputuskan pada Munaslub 21 Desember. Toh juga sudah diumumkan di depan beliau (Jokowi) bahwa Hanura akan mendukungnya. Kalau soal wakil belum lah. Tapi mungkin kriteria," ujar dia.
Rapimnas ini akan diikuti oleh ratusan orang yang merupakan pengurus, kader dan simpatisan partai dari seluruh daerah di Indonesia.
Tema yang diangkat adalah 'Hanura Menang, Indonesia Jaya'. Artinya, Partai Hanura menginkan Indonesia yang adil, makmur, aman dan sejahtera secara ekonomi, dan maju dalam pembangunan.
Sejumlah tokoh juga diundang dalam acara ini, di antaranya adalah Presiden Joko Widodo dan ketua umum partai lain. Sebagian undang sudah memastikan datang, sebagian lainnya diwakilkan.
"Tentu kami undang semua, terutama partai yang di Senayan (DPR). Ada beberapa partai juga yang kami undang, Partai Solidaritas Indonesia, Perindo, dan Idaman," kata Ketua Organizing Committee Inas Nasrullah.
Berita Terkait
-
Inilah Faktor-faktor Yang Bisa Bikin Jokowi Kalah di Pilpres 2019
-
Siapa God Father dan God Mother Politik Jelang Pilpres 2019?
-
PKB: Cak Imin Paling Pantas Dampingi Jokowi di 2019
-
Diyakini Akan Ada 3 Nama Capres di 2019, Jokowi, Prabowo dan...
-
Golkar: Lawan Jokowi Belum Ketahuan, Meski SBY-Prabowo Bertemu
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara