Suara.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan semua generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk hal positif dan produktif. Khususnya dalam menggunakan media sosial.
"Sekarang ini yang namanya media sosial harus hati-hati, terutama remaja kita hati-hati kalau membuat status," kata Jokowi dalam Silaturahmi Ulama dan Pasanggiri Nasional Serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mewanti-wanti para remaja agar tidak menulis status atau berkomentar yang negatif apalagi mengandung ujaran kebencian di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya.
"Apakah menyinggung orang lain? Apakah bisa menyebabkan orang lain sakit hati? Itu harus dihitung. Apalagi niatnya langsung untuk mencela, mencemoo, ingin menjelekkan. Itu selalu saya sampaikan di mana-mana, jangan. Saya ingatkan kita ini saudara sebangsa dan setanah air, jangan melupakan itu," ujar dia.
Dia memprediksi dalam kurun waktu 5 hingga sepuluh tahun mendatang akan ada perubahan peta ekonomi dan politik yang akan mempengaruhi generasi muda.
"Saya perkirakan dalam 5-10 tahun ke depan anak-anak muda dan remaja banyak yang sudah tidak baca koran, nonton tv lagi. Semuanya hanya pegang satu benda yang namanya smart phone, HP, gadget. Mau lihat tv, Netlfix, video, apapun ada di situ. Mau baca berita tidak baca koran, tapi baca berita online di situ (HP)," terang dia.
Maka dari itu, ia mengimbau semua pihak untuk mewaspadai, jangan sampai generasi muda terpengaruh karakter-karakter yang tidak baik dari intervensi peradaban barat.
"Budi pekerti, budi luhur, kesopanan, kesantunan kita ini lah kekuatan negara kita. Nilai keislaman, keindonesiaan kita dikagumi negara lain. Maka itu harus dirawat dan dijaga," tandas dia.
Baca Juga: Marak Cyberbully, Instagram Dinobatkan sebagai Medsos Terburuk
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir