News / Nasional
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:18 WIB
Presiden Joko Widodo saat bermain tenis meja melawan Susy Susanti dan atlet senior tenis meja Jopie Warsono, usai melepas kontingen Indonesia ke SEA Games XXIX Malaysia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/8/2017). [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Presiden Joko Widodo ‎mengingatkan semua generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk hal positif dan produktif. Khususnya dalam menggunakan media sosial.

"Sekarang ini yang namanya media sosial harus hati-hati, terutama remaja kita hati-hati kalau membuat status," kata Jokowi ‎dalam Silaturahmi Ulama dan ‎Pasanggiri Nasional Serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mewanti-wanti para remaja agar tidak menulis status atau ‎berkomentar yang negatif apalagi mengandung ujaran kebencian di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya.

"Apakah menyinggung orang lain? Apakah bisa menyebabkan orang lain sakit hati? Itu harus dihitung. Apalagi niatnya langsung untuk mencela, mencemoo, ingin menjelekkan. Itu selalu saya sampaikan di mana-mana, jangan. Saya ingatkan kita ini saudara sebangsa dan setanah air, jangan melupakan itu," ujar dia.

Dia memprediksi dalam kurun waktu 5 hingga sepuluh tahun mendatang akan ada perubahan peta ekonomi dan politik yang akan mempengaruhi generasi muda.

"Saya perkirakan dalam 5-10 tahun ke depan anak-anak muda‎ dan remaja banyak yang sudah tidak baca koran, nonton tv lagi. Semuanya hanya pegang satu benda yang namanya smart phone, HP, gadget. Mau lihat tv, Netlfix, video, apapun ada di situ. Mau baca berita tidak baca koran, tapi baca berita online di situ (HP)," terang dia.

Maka dari itu, ia mengimbau semua pihak untuk mewaspadai, jangan sampai generasi muda terpengaruh karakter-karakter yang tidak baik dari intervensi peradaban barat.

"Budi pekerti, budi luhur, kesopanan, kesantunan kita ini lah kekuatan negara kita.‎ Nilai keislaman, keindonesiaan kita dikagumi negara lain. Maka itu harus dirawat dan dijaga," tandas dia.

Baca Juga: Marak Cyberbully, Instagram Dinobatkan sebagai Medsos Terburuk

Load More