Suara.com - Pidato Ketua Fraksi Nasdem DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, menimbulkan polemik yang menyeretnya ke ranah hukum. Selain meminta polisi untuk segera bertindak, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga meminta Presiden Joko Widodo turut bersikap mengenai kasus ini.
Apalagi, sambung Fadli, Partai NasDem merupakan partai pendukung pemerintah Jokowi-Kalla. Apalagi, Nasdem merupakan salah satu partai politik pendukung pemerintah Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Menurut saya presiden seharusnya menyarankan satu langkah yang meredakan, bukan malah ikut dalam kekisruhan yang dilakukan satu orang ini," kata Fadli Zon di DPR, Jakarta, Senin (7/9/2017).
Sebelumnya, Viktor dalam pidatonya di Nusa Tenggara Timur, dianggap mengajak warga untuk melawan mereka yang menolak Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Partai-partai yang menolak Perppu Ormas seperti Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat disebut sebagai partai yang intoleran dan mendukung khilafah.
Pidato Viktor inipun membuat Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat mengambil langkah hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?
-
Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini
-
Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang
-
Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar
-
Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras
-
Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz
-
Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika