Suara.com - Tidak kurang 10 hari sudah kasus pembakaran terhadap Muhammad Al Zahra alias Zoya terjadi. Kepolisian pun terus mengusut peristiwa mengerikan dan mencari tersangka lain atas insiden main hakim sendiri tersebut.
Zoya, warga Kampung Jati, Cikarang Utara, tewas dikeroyok dan dibakar massa di Jalan Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8/2017).
Dia dituduh mencuri satu unit amplifier Mushola Al Hidayah. Adapun lokasi pembakaran Zoya, saat ini terlihat sudah dibersihkan dan dirapikan.
Berdasarkan pengamatan Suara.com, area pinggir selokan, lokasi Zoya dibakar, tampak sudah dicor dengan semen dan diberi bebatuan.
Sedangkan, selokan kering tempat Zoya dibakar hidup-hidup, sudah dibersihkan dari sampah dan kayu-kayu serta abu pembakaran.
Sebelumnya selokan kering tersebut masih terdapat abu-abu bekas pembakaran. Kemudian juga masih terdapat kayu bekas yang ikut terbakar.
Lokasi Muhammad Al Zahra alias Zoya tiga hari setelah kejadian yang masih terdapat bekasan abu di Jalan Muara Bakti, Babelan, Bekasi, Jumat (4/8/2017). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Salah satu penjual mie ayam di lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, lokasi tersebut sudah dibersihkan dan dicor seminggu sejak kejadian.
Baca Juga: 'Ngeri'! Gagal Raih Emas SEA Games, Timnas U-22 Bakal Dihukum
"Sudah dicor sudah 7 hari itu," kata dia.
Sementara itu, pemilik Toko Hasil Tani Furniture, yang akrab disapa Ibu Haji, mengaku dirinya yang melakukan pengecoran pada 8 Agustus 2017.
Dia mengklaim, memang sudah merencanakan untuk melakukan pengecoran di sekitar area kejadian.
"Itu sudah 7 hari dibenerin setelah kejadian. Saya memang mau benerin jalan depan toko saya," kata dia.
Kepolisian sendiri telah menetapkan lima tersangka, antara lain SU (40), NA (39), AL (18), KR (55) dan SD (27).
Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lain yang diduga ikut dalam aksi 'pengadilan jalanan' terhadap Zoya.
Berita Terkait
-
Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Perkuat Jejaring Pengusaha Muda, HIPMI Kota Bekasi Gelar Padelora Fest 2026
-
Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun