TKP penemuan nenek Elih (73) di pos Pemuda Pancasila, Jalan Lengkong Karya, Serut Kota, Tangerang Selatan, Banten [suara.com/Welly Hidayat]
Polisi telah memeriksa keluarga nenek Elih (73). Mereka diperiksa setelah nenek Elih ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di pos Pemuda Pancasila, Jalan Lengkong Karya, Serut Kota, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (13/8/2017).
"Sepupunya sudah lama, satu tahun setengah, tidak pernah bertemu (Elih), jadi beliau almarhumah itu tidak punya suami," kata Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Fadli Widianto di Polda Metro Jaya, Minggu (20/8/2017).
Fadli mengatakan keluarga nenek Elih mengatakan dalam pertemuan terakhir mereka, nenek Elih tidak menyampaikan persoalan yang dihadapi. Keluarga juga mengatakan kalau nenek Elih tidak memiliki harta benda.
"Nggak ada warisan, nggak punya harta, nggak punya apa-apa," katanya.
Dalam menyelidiki kasus ini, polisi sudah memeriksa sebanyak 15 saksi. Keterangan mereka akan disinkronkan dengan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian dan hasil autopsi.
"Dalam lidik kami memeriksa saksi-saksi sebanyak mungkin, kami kaitkan dengan TKP dan waktunya serta hasil autopsinya. Kurang lebih 15 orang saksi," kata dia.
Polisi belum dapat menyimpulkan siapa orang yang tega membunuh nenek Elih secara sadis. Saat ditemukan pertamakali, kondisi nenek Elih penuh luka bacok, bahkan pergelangan tangan kanan nyaris putus.
"Sepupunya sudah lama, satu tahun setengah, tidak pernah bertemu (Elih), jadi beliau almarhumah itu tidak punya suami," kata Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Fadli Widianto di Polda Metro Jaya, Minggu (20/8/2017).
Fadli mengatakan keluarga nenek Elih mengatakan dalam pertemuan terakhir mereka, nenek Elih tidak menyampaikan persoalan yang dihadapi. Keluarga juga mengatakan kalau nenek Elih tidak memiliki harta benda.
"Nggak ada warisan, nggak punya harta, nggak punya apa-apa," katanya.
Dalam menyelidiki kasus ini, polisi sudah memeriksa sebanyak 15 saksi. Keterangan mereka akan disinkronkan dengan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian dan hasil autopsi.
"Dalam lidik kami memeriksa saksi-saksi sebanyak mungkin, kami kaitkan dengan TKP dan waktunya serta hasil autopsinya. Kurang lebih 15 orang saksi," kata dia.
Polisi belum dapat menyimpulkan siapa orang yang tega membunuh nenek Elih secara sadis. Saat ditemukan pertamakali, kondisi nenek Elih penuh luka bacok, bahkan pergelangan tangan kanan nyaris putus.
Nenek Elih bukan orang yang memiliki gangguan jiwa
"Orang normal kok mas (tidak miliki gangguan jiwa), ngomong sama kita juga nggak aneh, sikapnya baik juga kok," kata penjual warung soto Dewi di dekat pos.
Menurut Dewi, nenek Elih sehari-harinya terlihat sehat. Dia sering datang dan pergi.
"Masih gesit jalan juga masih kuat nenek. Pendengarannya juga masih bagus," ujar Dewi.
Dewi mengatakan empat hari terakhir, nenek Elih secara berturut - turut tidur di pos PP. Menurut Dewi itu tidak biasanya.
"Emang nenek sering di sini. Tapi empat hari belakangan saya baru perhatiin dia tidur di pos mas," ujar Dewi.
Dewi mengatakan dalam keseharian, nenek Elih yang tidak diketahui asal usulnya itu mengenakan pakaian yang bersih dan rapi. Sama sekali tak menunjukkan seorang gelandangan sebagaimana diberitakan sejumlah media.
"Nenek pakaiannya biasa rapi kok. Nggak bau, kalau makan di warung saya bersih sih nenek, bajunya tiap hari ganti," kata Dewi.
Hal sama juga diungkapkan Indra (33). Indra merupakan penjual buah - buahan di sekitar pos. Dia juga tidak melihat tingkah laku nenek Elih aneh.
"Nggak ada mas (diduga gangguan jiwa). Nggak gitu nenek. kalau beli buah ya beli kok, dia selalu ngasih uang. Kalau saya mau kasih buah dia nolak maunya beli," ujar Indra.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen