Suara.com - Ketua Dewan Adat Raja Ampat Paul Fincen Mayor menilai pembangunan di Raja Ampat, Papua Barat belum menyentuh dan menguntungkan masyarakat adat. Padahal di sana tujuan wisata yang sedang didorong oleh pemerintah pusat agar dapat menyuguhkan standar wisata bahari kelas dunia
Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Adat Byak Betew yang digelar 19-21 Agustus 2017 di Kampung Saukabu.
“Pengembangan wisata laut di seluruh titik tujuan pariwisata Raja Ampat belum dapat dirasakan langsung masyarakat adat. Begitupun seluruh agenda festival di Raja Ampat, termasuk Festival Bahari Raja Ampat, belum dinikmati masyarakat adat,” ungkap Paul Mayor Senin, (22/8/2017).
Masyarakat adat hanya menjadi penonton pembangunan. Sehingga, menurut Paul Mayor, praktis tujuan wisata Pianemo saja yang baru melibatkan masyarakat adat penduduk sekitar, yaitu Kampung Saukabu, Kampung Saupapir dan Kampung Paam.
Hal tersebut bisa terjadi karena masyarakat adat dari tiga kampung tersebut berani bernegosiasi dengan pemerintah Raja Ampat agar pengelolaan Pianemo melibatkan mereka.
Kata dia juga, pemerintah belum banyak memberikan dukungan fasilitas wisata bahari standar internasional kepada masyarakat adat untuk mengelola secara mandiri. Hal inilah yang menjadikan tujuan wisata Raja Ampat terkesan sangat mahal untuk diakses pengunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain itu, pentingnya keterlibatan masyarakat adat adalah upaya terus-menerus yang harus dilakukan dalam menjaga kelangsungan alam agar tidak dirusak dan dieksploitasi secara berlebihan.
“Sebelum kami dari Kampung Saukabu, Saupapir dan Paam terlibat dalam mengembangkan wisata di kawasan Pianemo dan sekitarnya, banyak aktivitas illegal fishing ataupun nelayan yang menggunakan bom ikan,”kata Kepala Kampung Saukabu Ariel Fakdawer.
Ariel menegaskan bahwa praktik-praktik ilegal yang merusak alam ini tidak dilakukan oleh penduduk asli ketiga kampung. Justru, kami bersama-sama melakukan patroli rutin mingguan agar perusakan alam tidak terjadi lagi.
Baca Juga: Rusaknya Terumbu Karang di Raja Ampat, Mahasiswa Tuntut 4 Hal
Hal lain yang menjadi perhatian Paul Mayor yang juga menjadi Ketua Dewan Adat Byak Betew adalah pentingnya pemerintah daerah dan pusat dalam menyelenggarakan pembangunan untuk tidak mengenyampingkan Papua Barat sebagai Daerah Otonomi Khusus yang masih sangat menjunjung hukum adat. Sehingga, pelibatan masyarakat adat oleh pemerintah menjadi kemestian.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!