Suara.com - Waspadalah saat hendak menerima seseorang menjadi sopir pribadi. Perlu ketelitian dalam mengenal identitas sang calon sopir. Salah-salah nanti bisa jadi korban salah satunya seperti yang dilakukan W.
Lelaki berusia 37 tahun itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka penggelapan delapan mobil oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Bukan lagi hitungan hari atau bulan tersangka telah melakukan aksinya, melainkan sudah sejak tahun 2015.
Awalnya, W mencari lowongan pekerjaan lewat surat kabar. Setelah mendapati lowongan tersebut, tersangka lantas mengajukan lamaran pekerjaan.
Untuk meyakinkan calon korbannya, W meninggalkan identitas seperti ijazah, bahkan hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)--surat keterangan resmi yang menyatakan seseorang memiliki catatan kejahatan atau tidak.
Namun, semua identitas tersebut ternyata palsu. W pun hanya butuh dua hari untuk melancarkan aksi kejahatannnya.
"Ini tersangka sampai akhirnya ditangkap sudah 8 mobil yang telah digelapkan (dijual)," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Bismo Teguh Prakoso, Kamis (24/8/2017).
"Korban merasa yakin pada tersangka sopir, karena meninggalkan identitas, ada ijazah sekolah dan SKCK. Tapi itu semua sudah dipalsukan. Nggak sama dengan di KTP tersangka," lanjutnya.
"Dia nggak lama-lama kerja cuma dua hari (jadi sopir), langsung bawa kabur mobil korbannya," ungkap Bismo.
Pihak Polres Metro Jakarta Selatan juga berhasil menemukan lokasi pelaku menjual mobil curian 'majikannya', yakni ke daerah Jawa Tengah.
Baca Juga: Permalukan Malaysia, Beregu Putra Indonesia Pertahankan Emas
"Itu semua masih kami dalami mobil-mobil yang sudah digelapkan tersangka," ujar Bismo.
Adapun barang bukti yang telah diamankan, antara lain satu mobil jenis Ford Everest, 1 lembar fotocopy SIM palsu, satu buah BPKB mobil, satu lembar ijazah SMU palsu, dan satu lembar SKCK palsu.
Adapun tersangka W, dijerat dengan pasal 372 KUHP penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun kurungan penjara.
Berita Terkait
-
Review Good Boy: Aksi Brutal Mantan Atlet Jadi Polisi yang Bikin Tegang
-
Polri akan Luncurkan Fitur Lapor Kehilangan dan Kejahatan Lewat Aplikasi Super App
-
Dari Penyamaran Ikonik ke Panggung Nasional: Kisah Iptu Sukandi dan Lagu I Love You Bhayangkari
-
Lelaki Tak Berkepala yang Berjongkok di Rel Kereta Tanpa Palang Pintu
-
TAUD Desak Polisi Lacak Pembuat Foto AI Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba