Pak Ogah di Jalan Saharjo, Tebet [suara.com/Welly Hidayat]
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jakarta Sarman Simanjorang menegaskan belum pernah bertemu Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra untuk membahas gaji sukarelawan pengatur lalu lintas (Pak Ogah).
"Ada statement dari dirlantas bahwa sudah pernah ketemu. Kami sampaikan, kami belum pernah ketemu belum pernah membicarakan itu apalagi sampai (bahas) MoU," ujar Sarman saat dihubungi wartawan, Kamis (31/8/2017).
Sarman belum tahu darimana sumber dananya jika nanti diminta untuk membayar gaji Pak Ogah.
"Kalau kami diminta ya kami anggarannya darimana juga menggaji itu?" kata Sarman.
Menurut Sarman seharusnya Pemerintah Jakarta-lah yang menggaji Pak Ogah.
"Sebenarnya ini kan bagian dari pelayanan masyarakat. Seharusnya digaji oleh pemerintah dong," kata dia. "Kan sama saja dengan pasukan oranye-kan. Seharusnya kan dianggarkan ke APBD."
Peluang
Kemarin, Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengatakan Kadin Jakarta membuka peluang membantu membayar gaji Pak Ogah.
"Baru dari Kadin dan membuka peluang. Kadin (bersedia) sebagai orangtua angkat dari pak ogah tersebut," kata Halim.
Tetapi, nominal bantuan dari Kadin belum disebutkan oleh Halim. Dia hanya mengatakan nilainya sesuai standar upah minimum regional Jakarta.
"Ya itu tergantung anggaran dari Kadin berapa untuk membiayai pak ogah ini. Kalau saya harapkan maunya UMR daripada Kadin," katanya.
Halim mengatakan Kadin mendukung program pemberdayaan supeltas. Bahkan, Kadin menginginkan ingin agar ide supeltas ditiru daerah lain.
"Kadin membuat wacana juga sebagai pola ukur untuk bisa diperluas ke seluruh Indonesia. Ini baru wacana," katanya.
Polisi meminta bantuan Kadin karena sebelumnya pemerintah Jakarta menyatakan tidak dapat menggaji pak ogah.
Tetapi, pemerintah mendukung pemberdayaan pak ogah. Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta Saefullah mendukung adanya penambahan petugas pengatur lalu lintas.
Saat ini, rasio petugas pengatur lalu lintas dengan jumlah kendaraan masih sangat jauh sekali.
"Kita dukung perekrutan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas yang digagas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Ia menambahkan peluang supeltas untuk direkrut menjadi petugas pengatur lalu lintas yang sebelumnya dikenal dengan petugas Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Dinas Perhubungan juga perlu dikaji.
"Kami lihat dulu seperti apa peluang-peluangnya," kata dia.
Ia menambahkan anggota supeltas harus diberikan pelatihan agar benar-benar memahami aturan tentang lalu lintas. Perekrutannya juga harus melalui seleksi yang baik.
"Mereka harus berintegritas, jangan sampai melakukan pungli. Kalau mau disinergikan dengan petugas Dishub akan kami bahas lebih lanjut," kata dia.
"Ada statement dari dirlantas bahwa sudah pernah ketemu. Kami sampaikan, kami belum pernah ketemu belum pernah membicarakan itu apalagi sampai (bahas) MoU," ujar Sarman saat dihubungi wartawan, Kamis (31/8/2017).
Sarman belum tahu darimana sumber dananya jika nanti diminta untuk membayar gaji Pak Ogah.
"Kalau kami diminta ya kami anggarannya darimana juga menggaji itu?" kata Sarman.
Menurut Sarman seharusnya Pemerintah Jakarta-lah yang menggaji Pak Ogah.
"Sebenarnya ini kan bagian dari pelayanan masyarakat. Seharusnya digaji oleh pemerintah dong," kata dia. "Kan sama saja dengan pasukan oranye-kan. Seharusnya kan dianggarkan ke APBD."
Peluang
Kemarin, Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra mengatakan Kadin Jakarta membuka peluang membantu membayar gaji Pak Ogah.
"Baru dari Kadin dan membuka peluang. Kadin (bersedia) sebagai orangtua angkat dari pak ogah tersebut," kata Halim.
Tetapi, nominal bantuan dari Kadin belum disebutkan oleh Halim. Dia hanya mengatakan nilainya sesuai standar upah minimum regional Jakarta.
"Ya itu tergantung anggaran dari Kadin berapa untuk membiayai pak ogah ini. Kalau saya harapkan maunya UMR daripada Kadin," katanya.
Halim mengatakan Kadin mendukung program pemberdayaan supeltas. Bahkan, Kadin menginginkan ingin agar ide supeltas ditiru daerah lain.
"Kadin membuat wacana juga sebagai pola ukur untuk bisa diperluas ke seluruh Indonesia. Ini baru wacana," katanya.
Polisi meminta bantuan Kadin karena sebelumnya pemerintah Jakarta menyatakan tidak dapat menggaji pak ogah.
Tetapi, pemerintah mendukung pemberdayaan pak ogah. Sekretaris Daerah Provinsi Jakarta Saefullah mendukung adanya penambahan petugas pengatur lalu lintas.
Saat ini, rasio petugas pengatur lalu lintas dengan jumlah kendaraan masih sangat jauh sekali.
"Kita dukung perekrutan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas yang digagas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Ia menambahkan peluang supeltas untuk direkrut menjadi petugas pengatur lalu lintas yang sebelumnya dikenal dengan petugas Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Dinas Perhubungan juga perlu dikaji.
"Kami lihat dulu seperti apa peluang-peluangnya," kata dia.
Ia menambahkan anggota supeltas harus diberikan pelatihan agar benar-benar memahami aturan tentang lalu lintas. Perekrutannya juga harus melalui seleksi yang baik.
"Mereka harus berintegritas, jangan sampai melakukan pungli. Kalau mau disinergikan dengan petugas Dishub akan kami bahas lebih lanjut," kata dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Bukan Pak Ogah, Polisi Ungkap Dalang di Balik Rantai Viral Exit Tol Rawa Buaya
-
Keroyok Pemotor Gunakan Batu, Polisi Ringkus 3 Pak Ogah di Tubagus Angke Jakarta Barat
-
Ngaku Kemacetan Jakarta Turun tapi Jalan TB Simatupang Tetap 'Horor', Pramono Siap Usir Pak Ogah!
-
Pramono Marah Usai Blusukan Senyap di TB Simatupang: Parah Bangat, Gak Boleh Lagi Ada Pak Ogah!
-
Merdeka yang Tak Sampai ke Trotoar: Ironi 'Pak Ogah' di Seberang 'Gedung Rakyat'
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Situasi Lebanon Memanas, PBB Khawatirkan Baku Tembak di Sepanjang Garis Biru
-
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Update Perang Iran: Kantor PM Israel Dikabarkan Jadi Sasaran, Nuklir Natanz Dihantam Rudal
-
5 Fakta Jepang yang Enggan Kutuk Serangan Israel ke Iran, Kenapa?
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG