Suara.com - Sebuah citra satelit baru-baru ini menggambarkan ratusan bangunan terbakar di kawasan tempat tinggal Muslim Rohingya di Rakhine. Hal ini diungkap Human Rights Watch dalam pernyataan resminya, Sabtu (2/9/2017).
Dalam citra satelit itu menunjukan pemukiman Rohingya yang dibakar ada di kawasan Rathedaung. Ada sekitar 700 bangunan terbakar di desa itu.
HRW mendesak Pemerintah Burma segera memberikan akses kepada pemantau independen datang ke sumber-sumber kebakaran dan menilai adanya pelanggaran hak asasi manusia serius terhadap Rohingya.
"Citra satelit baru ini menunjukkan kehancuran total sebuah desa Muslim, dan menimbulkan kekhawatiran serius bahwa tingkat kehancuran di negara bagian Rakhine utara mungkin jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan semula," kata Wakil Direktur HRW untuk kawasan Asia, Phil Robertson.
Human Rights Watch mengidentifikasi total 700 bangunan yang hancur di Chein Khar Li dari analisis citra satelit yang direkam pada 31 Agustus 2017. Citra tersebut menunjukkan 99 persen desa tersebut hancur.
Sementara pembakaran desa juga tergambar di 17 lokasi terpisah di seluruh negara bagian Rakhine utara antara 25 sampai 30 Agustus 2017.
"Citra satelit baru ini menunjukkan mengapa penting bagi penyidik internasional untuk diizinkan masuk ke negara Rakhine," kata Robertson.
"Misi Pencarian Fakta PBB harus mendapatkan kerja sama penuh dari pemerintah Burma untuk memenuhi mandat mereka untuk menilai pelanggaran hak asasi manusia di Negara Bagian Rakhine dan mencari cara untuk mengakhiri serangan dan memastikan pertanggungjawaban," tutup dia.
Baca Juga: Soal Rohingya, SBY Singgung Status Tokoh Perdamaian Suu Kyi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?