Suara.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi telah menerima hasil pemeriksaan tim Direktorat Pengawasan Internal atas tindakan yang dilakukan Direktur Penyidikan Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman. Aris datang ke Pansus KPK, Selasa (29/8/2017) lalu tanpa seizin Pimpinan KPK.
"Proses telaah tersebut telah selesai dilakukan dan hasil telah disampaikan kepada pimpinan, pimpian sedang pelajari hasil telaah tersebut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (7/9/2017).
Febri mengatakan dari hasil pemeriksaan tersebut, tim pengawasan mencermati banyak sekali fakta, baik soal kedatangan maupun pernyataan yang disampaikan Aris di rapat Pansus Angket KPK.
Selain itu, terjadi diskusi tentang tindakan Aris datang ke Pansus Angket KPK serta penerapan sanksi yang bakal diberikan kepada jenderal bintang satu itu.
"Hasil telaah sudah disampaikan ke pimpinan. Tindak lanjut akan kami sampaikan lagi. Tapi kami pastikan proses telaah sudah selesai, tentu pengawasan internal sudah melakukan analisis termasuk rekomendasi," kata Febri.
Sementara terkait dugaan pertemuan dengan anggota Komisi III, Febri mengatakan tim Direktorat Pengawasan Internal masih melakukan pemeriksaan. Dia pun bakal menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah pemeriksaan dilakukan.
"Sejauh ini yang kami terima informasinya proses itu masih berjalan. Nanti saya update lagi sampai di mana tahapannya," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf