Suara.com - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar menyatakan, sekitar 170 ribu siswa/siswi lulusan tingkat SMP tidak bisa sekolah ke tingkat SMA/SMK di Jabar karena kekurangan ruang kelas untuk menampung siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
"Tahu gak berapa banyak murid-murid SMP yang tidak bisa diterima di SMA, ada 170 ribu orang gak punya tempat," kata Deddy Mizwar usai berkunjung ke SMK Negeri Pertanian Pembangunan dan SMA Negeri 1 Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis.
Ia mengatakan, berdasarkan persoalan siswa tidak tertampung di SMA/SMK itu artinya Provinsi Jawa Barat membutuhkan sekitar lima ribu Ruang Kelas Baru (RKB) sekolah tingkat SMA/SMK tersebar di kota/kabupaten.
"Jadi harus bisa dibangun minimal lima ribu ruang kelas baru dan unit sekolah baru," kata Deddy.
Menurut dia, jika lima ribu RKB bisa terealisasi akan bisa menampung hingga 150 ribu siswa/siswi SMP.
Selain upaya pembangunan RKB, kata dia, Pemprov Jawa Barat juga akan mendorong pengembangan SMA Terbuka yang bisa menampung seratus ribu peserta didik per tahunnya serta kerjasama dengan Pondok Pesantren.
"Tapi nanti yang SMA Terbuka hanya untuk orang yang berumur 18 tahun ke atas," katanya.
Deddy menambahkan, Pemerintah Provinsi Jabar menjalin kerjasama dengan pesantren dalam membangun ruang kelas baru untuk kegiatan belajar mengajar setingkat SMA/SMK di pesantren.
Program kerjasama itu, kata dia, sebagai upaya mewujudkan sekolah berbasis pesantren, karena pendidikan agama merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia.
"Kita kasih ruang kelas baru (ke pesantren) lalu mereka bisa buat SMA/SMK, jadi SMA/SMK berbasis pesantren, karena betapa pentingnya pendidikan berbasis agama sekarang ini," katanya. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL