Suara.com - Peristiwa unik terjadi ketika Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana bertemu dengan ribuan warga negara Indonesia (WNI) di Singapura, Rabu (7/9/2017). Iriana tampak gemas melihat rambut Jokowi tak rapi tersisir saat memberikan pidato.
Bahkan, seperti tampak dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Negara, Iriana, sempat memberikan kode kepada Jokowi untuk merapikan rambutnya.
Iriana duduk diapit oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Dubes Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya, tepat di samping tempat Jokowi berdiri berpidato.
Ketika Jokowi melihat ke tempat duduk mereka di sela-sela pidatonya, Iriana sempat memberikan kode kepada sang suami untuk merapikan rambutnya.
Iriana menggerakkan tangan menyapu poninya beberapa kali sebagai kode agar Jokowi melakukan hal yang sama. Namun, Jokowi tidak ngeh terhadap kode tersebut.
Tak lama, Jokowi kembali melihat ke tempat duduk ketiganya saat berpidato, dan lagi-lagi, Iriana memberikan kode.
Iriana yang sudah gemas mencondongkan badannya ke depan sembari jari tangannya menunjuk ke arah rambut Jokowi. Tapi, Jokowi tetap tak memahami kode tersebut.
Karena kodenya untuk kali kedua tak dipahami Jokowi, Iriana lantas memberikan kode kepada seorang pengawal presiden untuk mendekatinya.
Baca Juga: Bertemu Presiden Korsel, Putin Tolak Embargo Minyak ke Korut
Ia lantas menuliskan sesuatu pada kertas, yang diberikan kepada paspampres tersebut.
Selanjutnya, paspampres itu sembari agak membungkukkan badan membisikkan sesuatu ke dekat telinga Jokowi.
Tak lama setelah mendapat bisikan, Jokowi menengok ke arah Iriana sembari merapikan rambutnya.
”Tadi dibisikin, ’pak, rambutnya dibetulkan’” kata Jokowi yang disambut tawa oleh audiens.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu