Suara.com - Pengacara tersangka pembunuhan pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Krisna Murti menyebutkan aksi penembakan yang dilakukan AM terhadap istrinya, Indria Kameswari dipicu keributan rumah tangga akibat kondisi ekonomi.
"Ya (sering ribut) masalah ekonomi pekerjaan tersangka lagi kurang bagus pasang surut namanya hidup," kata pengacara tersangka AM, Krisna Murti di Jakarta, Rabu (13/9/2017).
Krisna menjelaskan Indria dan suaminya AM kerap terlibat pertengkaran lantaran korban tidak dapat menerima kondisi ekonomi dan usaha yang dijalani tersangka.
Karena kondisi ekonomi terpuruk, Krisna mengungkapkan korban Indria yang memiliki sifat temperamen kerap mengancam AM menggunakan senjata api.
Terkait proses hukum yang dijalani kliennya, Krisna berharap penyidik kepolisian juga menelusuri asal senjata api yang digunakan Indria untuk mengancam tersangka AM.
"Korban bukan anggota TNI atau Polri, korban hanya sipil yang bertugas di Diklat Lido BNN kenapa bisa pegang senjata api," tutur Krisna.
Pengakuan AM kepada Krisna menuturkan korban Indria telah memegang senjata api sejak enam bulan sebelum terjadi pembunuhan.
Krisna juga berharap aparat kepolisian segera melimpahkan berkas kliennya ke kejaksaan agar secepatnya menjalani sidang di pengadilan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan