Marzuki Darusman
Ketua Tim Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menangani kasus Rohingya, Marzuki Darusman, mengatakan apa yang terjadi terhadap etnis Rohingya tidak terlepas dari proses reformasi politik yang terjadi di Myanmar.
"Kebetulan pada saat mana proses reformasi di Myanmar mulai terjadi dengan pemilihan pemilu. Waktu itu yang di menangkan NLD (National League for Democracy) yang secara besar-besaran," kata Marzuki di Griya Gusdur, Jalan Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).
NLD merupakan partai yang mengusung Aung San Suu Kyi pada pemilu 2015 hingga Suu Kyi meraih suara mayoritas, 86 persen.
Proses reformasi tersebut membuat pemerintahan militer yang saat itu berkuasa menjadi shock. Itu sebabnya, Marzuki menduga sebagian dari kejadian yang terjadi di Myanmar merupakan manifestasi dari proses reformasi.
Untuk mendapatkan fakta yang akurat mengenai kasus di Rohingya, Tim Pencari Fakta PBB akan melakukan penelitian secara mendalam.
"Dengan demikian, jikalau diperoleh gambaran tentang pola dan juga kecenderungan dapatlah dijelaskan mengapa kondisi umum di sana ini rentan terhadap pelanggaran HAM yang reguler. Sehingga mendekat pada dugaan publik internasional bahwa telah terjadi pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang serius di sana," kata Marzuki.
Dengan demikian, kata Marzuki, TPF akan memberi rekomendasi kepada Dewan HAM di Jenewa mengenai langkah-langkah lanjutan yang akan ditempuh.
"Dewan HAM ini akan memastikan langkah-langkah lanjutan apa yang akan ditempuh oleh PBB," kata Marzuki.
"Kebetulan pada saat mana proses reformasi di Myanmar mulai terjadi dengan pemilihan pemilu. Waktu itu yang di menangkan NLD (National League for Democracy) yang secara besar-besaran," kata Marzuki di Griya Gusdur, Jalan Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).
NLD merupakan partai yang mengusung Aung San Suu Kyi pada pemilu 2015 hingga Suu Kyi meraih suara mayoritas, 86 persen.
Proses reformasi tersebut membuat pemerintahan militer yang saat itu berkuasa menjadi shock. Itu sebabnya, Marzuki menduga sebagian dari kejadian yang terjadi di Myanmar merupakan manifestasi dari proses reformasi.
Untuk mendapatkan fakta yang akurat mengenai kasus di Rohingya, Tim Pencari Fakta PBB akan melakukan penelitian secara mendalam.
"Dengan demikian, jikalau diperoleh gambaran tentang pola dan juga kecenderungan dapatlah dijelaskan mengapa kondisi umum di sana ini rentan terhadap pelanggaran HAM yang reguler. Sehingga mendekat pada dugaan publik internasional bahwa telah terjadi pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang serius di sana," kata Marzuki.
Dengan demikian, kata Marzuki, TPF akan memberi rekomendasi kepada Dewan HAM di Jenewa mengenai langkah-langkah lanjutan yang akan ditempuh.
"Dewan HAM ini akan memastikan langkah-langkah lanjutan apa yang akan ditempuh oleh PBB," kata Marzuki.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Di Balik Jeruji Besi: Nasib Tragis Ratusan Pengungsi Rohingya di Penjara Bangladesh
-
Ini Alasan Warga Aceh Tidak Ingin Menerima Pengungsi Rohingya
-
Puluhan Pengungsi Etnis Rohingya Dipindahkan dari Gedung PMI ke Kantor Bupati Aceh Barat, Mengapa?
-
Masa Depan Pengungsi Rohingya di Tanah Rencong, Sempat Ditolak Dua Kali Warga
-
Asal-usul Pengungsi Rohingya: Alami Persekusi di Myanmar dan Ditolak di Aceh
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik