Suara.com - Kepolisian Sektor Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, menguji dua sampel hidangan spageti dan susu sapi di laboratorim menyusul peristiwa keracunan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar di Jatiasih, Selasa (19/9/2017).
"Ada dua item yang diduga menjadi pemicu keracunan para siswa, yakni spageti dan susu sapi yang dihidangkan salah satu wali murid sekolah. Kita sedang cek laboratorium," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Jatiasih AKP Umar Wirahadi, dikutip dari Antara.
Menurut dia medis Rumah Sakit Bhakti Husada Jatiasih telah memastikan bahwa 14 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Annisa Jatiasih, yang sekarang dalam penanganan medis, dinyatakan positif mengalami keracunan makanan.
Menurut dia hidangan spageti dan susu sapi dari salah satu wali murid kelas II sekolah tersebut diberikan pada pukul 10.00 WIB, satu jam kemudian siswa yang menyantapnya mengalami mual dan muntah.
"Diperkirakan jumlah korbannya lebih dari 14 karena siswanya mencapai ratusan orang. Sebagian lagi dirawat di rumah sakit terpisah," katanya.
Menurut dia agenda pembagian menu makanan itu berkaitan dengan rangkaian perayaan 1 Muharam 1438 Hijriyah/ 2017 Masehi.
"Saat ini sampel spageti dan susu sapinya sedang kita kirim ke Laboratorium Forensik Polri untuk memastikannya. Sampel itu kita cari di sekolah siswa," katanya.
Wirahadi menyayangkan pihak sekolah yang yang tidak terbuka atas informasi itu, karena pihak kepolisian baru memperoleh kabar pada pukul 17.00 WIB.
"Seharusnya sekolah kooperatif dengan kepolisian dengan membuat laporan saat ada kejadian, tapi ini tidak sama sekali. Bagaimana kalau ternyata ada korban meninggal," katanya.
Wirahadi memastikan sebagian siswa di RS Bhakti Husada mulai pulih dari keracunan dan satu per satu mulai pulang ke rumahnya setelah dijemput orang tua dan keluarga.
"Tidak ada yang mengalami penyakit akut. Mereka hanya pusing saja dan sempat muntah. Pukul 19.00 WIB sebagian sudah pulang," katanya.
Pihaknya mengaku telah memanggil kepala sekolah dan sebagian guru untuk meminta keterangan mereka seputar kejadian itu.
Tag
Berita Terkait
-
YLKI Minta Kepala BGN Baru Siapkan Trauma Healing bagi Korban Keracunan MBG
-
Sudah 37 Ribu Anak Keracunan MBG, YLKI Tantang Nanik S Deyang: 100 Hari Pertama Harus Nol Kasus!
-
KPAI: Copot Kepala BGN Tak Cukup, MBG Harus Dievaluasi Total
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK