- Dubes UEA untuk AS Yousef Al Otaiba menyatakan Amerika dan Israel tidak boleh mengakhiri perang terhadap Iran hanya dengan gencatan senjata.
- Otaiba menuntut penyelesaian tuntas terhadap ancaman nuklir, rudal, drone, proksi, dan blokade laut Iran.
- UEA menjadi sasaran utama serangan Iran dengan lebih dari 2.180 rudal dan drone selama konflik.
Suara.com - Duta Besar Uni Emirat Arab Yousef Al Otaiba memberikan pernyataan keras terhadap Iran dalam sebuah opininya di media Amerika Serikat The Wall Street Journal pada Kamis (27/3/2026).
Dalam opini bertajuk The U.A.E. Stands Up to Iran, Al Otaiba yang juga tangan kanan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ, mengatakan Amerika Serikat dan Israel tak boleh begitu saja melakukan gencatan senjata dengan Iran.
"Gencatan senjata saja tidak cukup. Kami butuh hasil yang tuntas, yang memberikan solusi untuk seluruh ancaman dari Iran: kapabilitas nuklir, rudal, drone, proksi-proksi teror dan blokade terhadap jalur laut internasional," tulis Otaiba.
"Kami ingin Iran sebagai tetangga yang normal. Terserah ia mau tertutup atau tidak ramah, yang penting tidak menyerang tetangganya, tidak memblokade laut internasional atau mengekspor ekstremisme," tulis Otaiba.
Ia mengatakan perang yang terjadi selama tiga setengah pekan terakhir membuktikan bahwa revolusi Iran adalah memang ancaman untuk keamanan dan stabilitas ekonomi global.
"Kita tak bisa membiarkan Iran menyandera Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan ekonomi global," ia menekankan, meski alpa menyebut bahwa perang tersebut dipicu oleh serangan militer Israel dan AS ke Iran.
Lebih lanjut Otaiba mengatakan UEA berada di garis depan konflik tersebut dan menjadi sasaran empuk rezim Teheran selama konflik berlangsung.
"Iran telah meluncurkan lebih dari 2.180 rudal dan drone ke UEA, jauh lebih banyak dibandingkan ke negara lain," ia mengeluh sembari menambahkan bagaimana penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menyebabkan krisis energi dan tersedatnya pasokan bahan baku pupuk global.
"Timur Tengah perlu upaya bersama untuk membuka Selat Hormuz dan mengembalikan pasokan energi ke consumen global," lanjut Otaiba.
Baca Juga: Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran
Otaiba mengingatkan UEA sejak awal menentang perang di kawasan dan mengeklaim bahwa diplomat-diplomat negaranya hingga detik-detik terakhir terus berupaya melobi AS dan Iran untuk tidak berperang.
Ia juga mengatakan UAE sejak awal tak mengizinkan teritori darat dan udaranya digunakan untuk menyerang Iran. Meski Teheran mengatakan UEA menjadi target karena memiliki pangkalan militer AS.
Sebagai penutup tulisannya, Otaiba mengatakan UEA mengajak negara-negara lain untuk ikut membuka Selat Hormuz - mengulang ajakan yang sama dari mulut Presiden AS Donald Trump.
"Membangun tembok di sekeliling masalah bukanlah solusi tapi hanya akan menunda krisis," tutup dia.
Berita Terkait
-
Warga Australia Panik dan Mulai Timbun BBM
-
Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran
-
Purbaya Puji Pegawai Kemenkeu: Tim Kita Jago, Cuma Kurang Dihargai
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Iran Berencana Terapkan 'Pajak Keamanan' di Selat Hormuz, Satu Kapal Rp33 Miliar
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan